Kunjungi SMK PGRI 4 Denpasar, Ketum PB PGRI Pusat Apresiasi Tefa “Paon Bhogi”

KETUM PB PGRI Pusat, Unifah Rosyidi (bawa bunga); didampingi Sekjen PB PGRI Pusat, bersama Ketut Suarya (paling kiri), saat berkunjung ke SMK PGRI 4 Denpasar. Foto: ist
KETUM PB PGRI Pusat, Unifah Rosyidi (bawa bunga); didampingi Sekjen PB PGRI Pusat, bersama Ketut Suarya (paling kiri), saat berkunjung ke SMK PGRI 4 Denpasar. Foto: ist

DENPASAR – Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Pusat, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd., mengapresiasi teaching factory (Tefa) “Paon Bhogi” SMK PGRI 4 Denpasar. Apresiasi itu disampaikan Unifah Rosyid saat berkunjung ke sekolah itu, belum lama ini, di sela-sela agenda kerja PB PGRI Pusat di Bali.

Unifah Rosyidi mengapresiasi terobosan dilakukan para pelajar, guru serta kepala sekolah dari hasil karya mereka sendiri. Rombongan Ketum PB PGRI Pusat; didampingi Sekjen PB PGRI disambut Kepala SMK PGRI 4 Denpasar, Drs. I Ketut Suarya, M.Pd., serta jajaran guru dan pegawai.

Read More

Dalam kunjunganya, Ketum PB PGRI Pusat memotivasi para siswa SMK PGRI 4 Denpasar agar tetap semangat dan giat belajar. Usai memberikan arahan, Ketum PB PGRI Pusat didampingi Ketut Suarya yang juga Ketua PGRI Kota Denpasar ini meninjau lokasi Tefa.

Unifah Rosyidi melihat hasil karya para pelajar di antaranya produk kopi barista dan kuliner. Dia dan rombongan mengapresiasi kuliner dan kopi barista yang disuguhkan siswa dan guru SMK PGRI 4 Denpasar. ‘’Pokoknya keren banget,’’ puji Unifah Rosyidi.

Ketum PB PGRI Pusat berharap, program Tefa yang dirintis SMK PGRI 4 Denpasar bisa ditularkan ataupun diikuti sekolah maupun masyarakat lainnya. Gerakan ini sangat positif yang diharapkan membangkitkan semangat enterpreneur generasi muda.

Sementara itu, Kepala SMK PGRI 4 Denpasar, I Ketut Suarya, berterimakasih kepada Ketum PB PGRI Pusat, Unifah Rosyidi, yang bersedia berkunjung dan memberikan motivasi kepada anak didiknya. Pihaknya berharap dukungan dari Pemprov Bali untuk pengembangan program Tefa dan kompetensi pelajar di sekolahnya.

Suarya didampingi Ketua Komite SMK PGRI 4 Denpasar, Drs. IGB Wiadnyana, MM., M.Pd., bersyukur pembangunan sarpras ini, sebab fasilitas yang lengkap diperlukan untuk mendidik anak muda zaman milenial. Nama “Paon Bhogi” menurut Suarya memiliki makna tempat yang memberikan kenikmatan dalam menghasilkan produk makanan dan minuman. Ia yakin teaching factory yang dikonsep seperti gaya kafe ini diminati anak muda.

Ketua Komite IGB Wiadnyana menambahkan, sejak awal sekolah ini berdiri di Jalan Kebo Iwa Selatan, Padangsambian, tahun 2006 pihaknya komitmen terus meningkatkan fasilitas sekolah. Dengan tambahan teaching factory “Paon Bhogi” akan semakin meningkatkan mutu pendidikan SMK PGRI 4 Denpasar. ‘’Berkat tampilan berkualitas ini pula yang membuat SMK PGRI 4 Denpasar dikejar oleh masyarakat,’’ tegasnya.

Apresiasi luar biasa juga disampaikan Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar, Drs. I Nengah Madiadnyana, MM. Ia menekankan, persekolahan PGRI di Kota Denpasar harus selalu ngegas. Artinya apa, pengelola dan pimpinan sekolah terus didorong berinovasi dan berbuat untuk kemajuan sekolah.

Menurut Madiadnyana, mengelola sekolah itu seperti naik sepeda. Untuk menjaga keseimbangan, harus terus bergerak. Keseimbangan yaitu bahwa agar bisa terus hidup secara normal atau balans maka harus terus bergerak alias bekerja. Ia menegaskan, saatnya sekolah PGRI kini fokus pada kualitas bukan lagi kuantitas. Ketika kualitas tercapai, saat itu kesejahteraan tercapai. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.