Kronologi 13 Mahasiswa Terjebak Air Laut Pasang di Pantai Suluban Uluwatu, Basarnas Bali Ingatkan Ini

  • Whatsapp
TIM SAR Gabungan menyelamatkan 13 mahasiswa di Pantai Suluban Uluwatu, Kuta Selatan, Badung, pada Sabtu (14/11/2020). Foto: ist
TIM SAR Gabungan menyelamatkan 13 mahasiswa di Pantai Suluban Uluwatu, Kuta Selatan, Badung, pada Sabtu (14/11/2020). Foto: ist

MANGUPURA – 13 mahasiswa Universitas Warmadewa terjebak air laut pasang di Pantai Suluban Uluwatu, Kuta Selatan, Badung. Kejadian tersebut berawal ketika mahasiswa itu berlibur di pantai pada Sabtu (14/11/2020) sekitar pukul 16.00 Wita. Hingga pukul 19.30 Wita mereka tidak menyadari bahwa air laut sudah pasang dan seluruhnya terjebak.

Setelah setengah jam berselang, laporan atas peristiwa itu baru diterima petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali). ‘’Begitu laporan diterima, kami segera berangkatkan delapan orang personel menuju lokasi, sementara koordinasi juga dilakukan dengan pihak terkait lainnya,’’ terang Gede Darmada S.E., M.AP., Kepala Kantor Basarnas Bali.

Bacaan Lainnya

Kurang lebih pukul 21.45 Wita, tim rescue Basarnas Bali tiba di Pantai Suluban Uluwatu dan selanjutnya melaksanakan koordinasi dengan Balawista Badung Pos Labuan Sait. Untuk bisa mengakses lokasi, tim SAR gabungan harus membungkuk melewati bebatuan, dikarenakan air sedang pasang tinggi.

Melihat kondisi malam itu dan memastikan keselamatan seluruh korban, maka proses evakuasi menunggu air laut surut. ‘’Sudah dipastikan posisi 13 orang taget dalam keadaan aman, maka kami bicarakan dengan pihak keluarga serta tim lainnya, dan diputuskan upaya evakuasi menunggu air surut,’’ pungkasnya.

Baca juga :  Kasus Meninggal Akibat Covid-19 Paling Banyak Usia 30-59 Tahun

Baru sekitar pukul 00.20 Wita air mulai surut dan akhirnya proses evakuasi berhasil dilakukan dengan kondisi seluruh korban dalam keadaan selamat, selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.

Selama operasi SAR berlangsung melibatkan unsur SAR dari Basarnas Bali, Dit SAR Samapta Polsa Bali, Polsek Kuta Selatan, BPBD Badung, Babinsa Desa Pecatu, Babinkamtibmas Desa Pecatu, Balawista Badung, Pecalang Desa Pecatu, Indonesian Escorting Ambulance, pihak keluarga dan masyarakat setempat.

Darmada menghimbau agar masyarakat yang beraktivitas di alam bebas memperhatikan keselamatan. ‘’Jika lalai alam bisa membahayakan bagi manusia, kita harus bisa mengenali kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi. Sya sarankan untuk beraktivitas di alam bebas hindari waktu yang terlalu malam, karena jarak pandang semakin terbatas dan ada risiko di sana,’’ tutupnya memungkasi. rls/tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.