Kresna Budi Bidik Jungkalkan Banteng di Pilkada Buleleng

Kresna Budi. Foto: ist
Kresna Budi. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Ditugaskan sebagai salah satu kandidat untuk Pilkada Buleleng oleh DPP Partai Golkar, IGK Kresna Budi langsung pasang target maksimal. Meski  Buleleng dikenal sebagai basis Banteng alias PDIP, Ketua DPD Partai Golkar Buleleng pantang surut ke belakang. Dia membidik mampu menjungkalkan dominasi Banteng di Buleleng.

“Rakyat Buleleng sudah gerah ingin perubahan dari situasi sekarang ini, mereka ingin ada yang lebih baik,” cetus Ketua Komisi II DPRD Bali itu via telepon, Rabu (22/11/2023).

Read More

Ketika rakyat serius menghendaki ada perubahan, dia optimis hal itu dapat terwujud. Namun, untuk merealisasikan, Kresna Budi mengakui Golkar tidak bisa berjalan sendirian. Koalisi dibutuhkan untuk mematahkan dominasi PDIP sejak pilkada langsung oleh rakyat dilaksanakan di era reformasi. Meski, untuk dapat mitra koalisi, dibutuhkan kesamaan visi dalam melihat pembangunan di Buleleng.

“Saya yakin koalisi besar di Pilpres itu bisa sejalan juga di Bali, khususnya di Pilkada Buleleng. Kalau di Pilpres sudah bisa satu visi, tidak sulit kok untuk menyamakan visi di pilkada. Yang pasti kader Golkar siap maju dan menang,” serunya.

Lebih jauh diutarakan, salah satu target yang akan diwujudkan jika menang Pilkada adalah membuat rakyat Buleleng makmur, kendati pendapatan daerahnya tidak sebesar seperti Badung. Menurutnya, potensi Buleleng sangat besar tapi sedang tidur pulas. Ada potensi kelautan, peternakan, pariwisata dan banyak lagi di Buleleng.

“Jelas kami optimis Buleleng lebih bagus kalau yang menang itu Golkar di Pilkada. Kami sangat yakin mampu menjalankan itu semua,” klaimnya.

Disentil sosok Pj. Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana, yang disebut-sebut figur potensial untuk kontestasi di Pilkada, Kresna Budi mengaku sependapat. Dia bahkan menilai Lihadnyana memiliki peluang besar untuk bisa saja diusung Golkar, entah sebagai calon Bupati atau calon Wakil Bupati. Meski saat ini statusnya masih ASN dan nonpartisan, tapi saat Pilkada bisa saja dia mundur atau pensiun lebih awal.

“Kalau misalnya Pak Lihadnyana hitung-hitungannya ingin ikut Pilkada Buleleng dan ingin menang, ya sangat mungkin dengan Golkar. Pak Giri Prasta yang bukan Golkar saja kami usung juga di Pilkada Badung 2020 dan menang. Yang jelas saya sebagai kader pasti tarung ke Pilkada,” pungkasnya. 

Seperti diwartakan sebelumnya, DPP Partai Golkar mengundang para ketua/plt. Ketua DPD Partai Golkar provinsi seluruh Indonesia untuk menghadirkan bakal calon kepala daerah/wakil kepala daerah yang akan diusung pada Pilkada 2024, Selasa (21/11/2023). Acaranya adalah pengarahan dan penyerahan surat penugasan kepada bakal calon kepala daerah/wakil kepala daerah oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, di DPP Partai Golkar.

Khusus untuk Bali, ada 42 nama kader yang ditugaskan dalam kandidasi. Dalam penugasan di Buleleng tercantum nama Ketua DPD Partai Golkar Buleleng, IGK Kresna Budi; I Ketut Susila Umbara, Nyoman Agus Satuhedi, I Nyoman Wandira Adi, Agus Bagus Pratiksa Linggih. hen

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.