Korban Diduga Kurang Hati-hati, Proyek Pedestrian di Peliatan Kerap Terjadi Kecelakaan

  • Whatsapp
Proyek Pedestrian di Catus Pata Peliatan, Ubud. Foto: adi

GIANYAR – Sedikitnya tiga kecelakaan terjadi di proyek pedestrian Catus Pata Peliatan, Ubud dalam sepekan terakhir ini. Ironisnya, pedestrian itu justru untuk meminimalisir potensi kecelakaan. Meski kecelakaan terjadi diduga karena pemotor kurang hati-hati, tetapi proyek tersebut yang dijadikan “kambing hitam”.

Menurut Komang Suartana, petugas Bankamdes Peliatan, di areal proyek Pedestrian Catus Pata sedikitnya terjadi tiga kali kecelakaan. Penyebabnya karena kelalaian pengendara yang tidak memperhatikan gundukan material saat memasuki wilayah pedestrian.

Bacaan Lainnya

Kejadiannya semua pada malam hari, dan karena itu juga gundukan kurang terlihat. “Setahu saya terjadi tiga kali kecelakaan saat malam hari. Semuanya pengendara sepeda motor,” jelasnya.

Dia menguraikan, saat malam hari, karena belum ada garis loreng sebelum memasuki pedestrian, pemotor cenderung tancap gas. Akibatnya motor meloncat hingga terjatuh. Dia mengakui banyak yang mengeluhkan gundukan material yang dinilai terlalu tinggi, tanpa dipasang tanda peringatan.

Di samping itu, karena proyek belum selesai, pengendara yang melintas dinilai harus berhati-hati. “Pedestrian ini dengan karakter jalan bebatuan, tentunya dimaksudkan agar pengguna jalan pelan-pelan. Ini kok malah tetap tancap gas, ya fatal akibatnya,” sebutnya menyesalkan.

Baca juga :  Denmark Sukses ke Semifinal, Kasper Hjulmand Kenang Rapat Pertama Jelang Euro

Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, yang dimintai tanggapan, berkata, selain menjadi pusat keramaian, catus pata adalah jalan yang rawan kecelakaan. Karena itu pula dia membangun pedestrian di sejumlah titik untuk meminimalisir potensi kecelakaan.

Apalagi di wilayah itu juga kerap menjadi tempat upacara yadnya dan kegiatan lainnya. “Jadi bukannya pemicu kecelakaan, (dibuat pedestrian) malah mengurangi kecelakaan,” tegasnya.

Bagi pengendara yang mengalami kecelakaan di wilayah itu, dipastikan pemotor yang menerobos tanpa memperhatikan situasi dan kondisi di areal pedestrian. Padahal dari selatan di simpang Banjar Kalah, dan di utara di simpang Patung Arjuna, sudah ada tanda proyek.

“Ini kan proyek masih berjalan. Kalau main terobos dan kurang hati-hati, ya risikonya kecelakaan. Jangan salahkan proyeknya, nanti kalau sudah selesai semua, pengguna jalan wajib memperlambat laju kendaraan sesuai tanda yang ada,” lugasnya menandaskan. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.