Komisi 3 DPRD Gianyar Monitoring Pabrik Be Gianyar Water

  • Whatsapp
KOMISI 3 DPRD Gianyar saat monitoring pabrik Be Gianyar Water di Bukian. Foto: adi
KOMISI 3 DPRD Gianyar saat monitoring pabrik Be Gianyar Water di Bukian. Foto: adi

GIANYAR – Komisi 3 DPRD Gianyar melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terkait produksi dan pemasaran air minum dalam kemasan (AMDK) Be Gianyar di bawah unit usaha Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani, Selasa (8/6/2021). Monev dilakukan di Perumda Gianyar yang menjadi distributor pemasaran, juga ke lokasi pabrik air minum tersebut. 

Ketua Komisi 3 DPRD Gianyar, Putu Gede Pebriantara, menyampaikan, dia dan rekan Komisi 3 diterima direksi Direktur Utama AA Ayu Adnyani Ambarawati, dan Direktur Operasional  I Made Artayasa. Pada monev tersebut, rombongan Dewan mengecek kesiapan Perumda Gianyar sebagai salah satu perusahaan yang memasarkan produk Be Gianyar Mineral Water.

Bacaan Lainnya

Monitoring ini dinilai penting, karena Pemkab Gianyar mengucurkan anggaran Rp2 miliar tahun 2020 untuk menopang kegiatan. ”Kami ingin tahu operasional, fasilitas maupun kendala yang dihadapi dalam usaha distribusi ini,” jelasnya.

Lebih jauh diutarakan, Perumda Gianyar mengadakan satu unit mobil engkel, satu unit mobil boks, dan dua unit sepeda motor untuk menunjang usaha distribusi AMDK ini. Karena kegiatan baru dimulai bulan Mei 2021, dan kapasitas produksi belum optimal, jumlah distribusi air minum Be Gianyar memang belum maksimal. Di sisi lain, dia mengklaim jumlah permintaan air minum Be Gianyar di masyarakat cukup tinggi.

Baca juga :  Pascabanjir Pengambengan, Pemkab Jembrana Fokus Lakukan Ini

Untuk monev di pabrik Be Gianyar, rombongan diterima Direksi Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani dan Manajer Unit Usaha AMDK Be Gianyar Water yang dipimpin Dirut Made Sastra Kencana. Hadir juga dalam kesempatan ini CV BS Aman Mandiri sebagai perusahaan distributor kedua, selain Perumda Gianyar.

“Saat monev kami melihat bagaimana proses produksi air minum Be Gianyar ini.  Setelah itu kami rapat kerja terkait produksi, kapasitas produksi, dan pola pemasarannya,” terang Pebriantara. 

Untuk diketahui, unit usaha Be Gianyar Mineral Water ini baru diluncurkan pada 19 April 2021 oleh Bupati Gianyar, Made Mahayastra, dan baru beroperasi bulan Mei 2021. Kapasitas produksinya untuk kemasan galon 19 liter sebanyak 300 galon per jam, kemasan gelas bisa 7.200 pcs per jam, botol mini 330 ml bisa 12.000 botol per jam, botol 600 ml sampai 8.000 botol per jam, dan untuk yang botol besar 1.500 ml mencapai 5.000 botol per jam. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.