Kodam IX/Udayana Terima 1.300 Obat-obatan bagi Warga Prasejahtera

  • Whatsapp
KEPALA Kesehatan Kodam IX/Udayana, Kolonel CKM dr I Made Mardika saat meninjau vaksinasi di Gor Praja Raksaka, Denpasar, Bali, Minggu (4/7/2021). foto: dok antaranews

DENPASAR – Kodam IX/Udayana menerima 1.300 obat-obatan yang dibagi menjadi tiga paket untuk masyarakat yang menjalani isolasi mandiri terutama masyarakat dengan kategori prasejahtera.

“Paket obat ini untuk yang menjalani isolasi mandiri diutamakan yang kategori prasejahtera. Kalau ASN, TNI-Polri tidak dapat. Mereka yang diberikan dengan hasil PCR positif ,di database nanti khan terintegrasi bisa dicari dan dikumpulkan lalu dibagikan dari nakes dan perangkat desa,” kata Kepala Kesehatan Kodam IX/Udayana, Kolonel CKM dr I Made Mardika, saat dikonfirmasi di Denpasar, Bali, Senin (19/7/2021).

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan, paket obat-obatan ini hanya diberikan bagi masyarakat di wilayah Bali, yang menerapkan PPKM Darurat. “Jumlah keseluruhan ada 1.300 obat-obatan dalam tiga paket tersebar di delapan kabupaten dan satu kota wilayah Bali. Nanti tergantung prioritas dan melihat mana daerah yang paling banyak persentase warga positif. NTB dan NTT tidak masuk darurat, ini untuk PPKM Darurat Jawa Bali,” katanya.

Ke-1.300 obat-obatan itu dibagi menjadi tiga paket obat. Paket satu yang isinya vitamin untuk masyarakat yang melakukan isolasi mandiri namun tidak bergejala. Paket kedua, bagi masyarakat yang melakukan isolasi mandiri namun dengan keluhan demam dan paket ketiga yaitu disertai batuk pilek.

Baca juga :  Gudang SDN 3 Pengotan Ludes Terbakar, Siswa Teriak Histeris

Paket obat-obatan ini akan terus diberikan bagi masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di rumah, dengan golongan prasejahtera. Saat ini, pemberiannya masih bertahap dan sudah dimulai sejak Minggu (18/7/2021).

Mardika mengatakan satu paket obat-obatan itu diberikan untuk tujuh hari ke depan. Selama itu, tenaga medis dan juga Babinsa bersama Bhabinkamtibmas akan melakukan pemantauan secara berkala.

“Satu paket itu untuk tujuh hari, hrus diminum sampai selesai, itu pengawasan dari nakes Kesdam lewat babinsa dan bhabinkamtibmas. Nanti dari petugas yang akan melaporkan hasil pemantauan atau pengawasannya,” jelas Mardika, yang dilansir dari antaranews.

Ia menambahkan jika selama tujuh hari pemantauan menunjukkan gejala berat maka dari petugas akan langsung merujuk ke rumah sakit setempat. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.