Klaster Upacara Adat di Buleleng, Desa Pegadungan dan Bengkel Lakukan Langkah 3T

  • Whatsapp
Rapat covid buleleng RAPAT koordinasi penanganan kasus Covid-19 di Buleleng yang berlangsung pada Minggu (31/1/2021)
Rapat covid buleleng RAPAT koordinasi penanganan kasus Covid-19 di Buleleng yang berlangsung pada Minggu (31/1/2021)

BULELENG – Klaster upacara adat menjadi kasus baru dalam penularan virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Buleleng. Menghindari meluasnya penularan Covid-19, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Buleleng mulai melakukan upaya pencegahan penularan virus tersebut dengan cepat.

Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng yang dipimpin Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, pada Sabtu (30/1/2021) menggelar rapat koordinasi dengan jajaran Tim Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, bertempat di ruang rapat lobi rumah jabatan Bupati Buleleng. Agus Suradnyana mengatakan, tim Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng terus memantau pergerakan Covid-19 di seluruh wilayah Buleleng dengan database yang ada, termasuk klaster yang mendominasi. Salah satunya terjadi penularan pada klaster upacara adat.

Bacaan Lainnya

Melihat kondisi yang ada, diminta agar seluruh kegiatan upacara adat yang direncanakan agar ditunda sementara waktu. “Dulu sudah pernah dilakukan, namun kali ini dipertegas lagi. Kami harus bekerja lebih cepat,” kata Suradnyana, usai menggelar rapat.

Dia menyebutkan, saat ini terjadi penularan masif di dua desa di Buleleng yakni Desa Pegadungan, Kecamatan Sukasada dan Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu. Untuk di dua desa ini akan dilakukan langkah 3T (Testing, Tracing, dan Treatment). Suradnyana meminta agar ini dilakukan secepatnya untuk menghindari penularan yang semakin meluas.”Bagi saya penanganan Covid-19 ini yang terpenting faktor kecepatan, baik itu kecepatan tracing, hingga upaya isolasi. Saya instruksikan agar pihak terkait untuk melakukan tes rapid antigen langsung,” tegasnya.

Baca juga :  Kebakaran Hotel Bali Beach, Bagian FB Rusak Parah

Sementara itu, Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng yang juga Sekda Buleleng, Gede Suyasa, menjelaskan, saat ini kasus baru yang terjadi di Buleleng, sebagian disebabkan oleh klaster upacara adat. Oleh karena itu, Satgas akan mengeluarkan Surat Edaran (SE) Bupati Buleleng tentang penundaan pelaksanaan upacara adat yang sudah direncanakan.

“Nanti kalau situasi sudah mereda, itu bisa dilaksanakan namun tetap dengan prosedur protokol kesehatan. Kalau Surat Keterangan (Suket) yang dikeluarkan Bupati, itu khusus untuk upacara adat yang tidak direncanakan seperti upacara kematian (pitra yadnya),” pungkas Suyasa. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.