BANGLI – Cuaca ekstrem acapkali terjadi belakangan ini seperti hujan disertai angin, yang berdampak buruk kepada sektor pertanian. Karena itu, petani harus mewaspadai timbulnya serangan penyakit pada tanaman, sekaligus melakukan perawatan lebih intensif. Saran itu dilontarkan Kadis PKP Bangli, I Wayan Sarma, Minggu (31/1/2021).
Kata dia, untuk padi, cuaca buruk ini akan memunculkan serangan penyakit tungro, blas, dan tanaman padi rebah. Jika petani tidak teliti dalam melakukan perawatan tanaman, hal itu akan menimbulkan kerugian. “Hujan dengan intensitas tinggi bisa menimbulkan penyakit blas. Tidak sedikit tanaman padi juga rebah karena diempas angin dan guyuran hujan,” urainya.
Untuk tanaman holtikultura, sambungnya, paling rentan diserang adalah tanaman cabai. Umumnya tanaman cabai akan cepat diserang tanaman busuk buah atau jenis penyakit lainnya. Untuk melindungi tanaman cabai, selain memperlancar saluran drainase lahan, juga bisa dengan pemanfaatan musla plastik untuk menghindari kelembaban akar tanaman.
Dalam situasi seperti sekarang ini, ulasnya, petani agar selektif melakukan pemilihan varietas padi yang dikenal tahan serangan penyakit. Selain itu, petani juga bisa melakukan pencegahan kelembaban tanaman dengan pengeringan lahan secara berkala. “Pengobatan juga bisa dilakukan lebih intensif untuk menghindari kegagalan panen,” pesannya.
Dia berharap penurunan produksi akibat cuaca ekstrem tahun ini tidak lebih dari 15 persen. Jika lebih dari itu, kerugian petani akan cukup besar. “Penurunan produksi telah terlihat pada cabai. Akibatnya harga cabai di pasaran belakangan terus merangkak naik, termasuk juga tomat,” imbuhnya.
Lebih jauh dipaparkan, padi rebah sering terjadi di wilayah Subak Abuan, Susut. Derasnya hujan mengakibatkan beberapa tanaman padi rebah. Para petani hanya bisa pasrah melihat tanaman padinya rata dengan tanah, yang biasanya dipicu hujan lebat disertai angin kencang.
“Tanaman padi yang rebah, dalam hitungan tiga hari saja buah padi akan tumbuh, tapi terpaksa dipanen lebih awal agar tidak terlalu banyak rugi,” pungkasnya. gia























