POSMERDEKA.COM, BANGLI – Sehubungan dengan hari libur sekolah, Desa Wisata Penglipuran di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli mengalami lonjakan pengunjung. Kawasan Kintamani dan objek wisata Penglipuran menjadi tujuan favorit wisatawan ke Bangli, dengan dominan wisatawan domestik.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli, I Wayan Sugiarta, Minggu (25/6/2023) mengatakan, hingga tanggal 16 Juni lalu, kunjungan ke Kintamani mencapai 33.209 orang. Untuk Penglipuran kunjungan pada periode yang sama mencapai 53.000 orang. “Rata-rata kunjungan harian di Penglipuran sekitar 2.400 orang,” ungkapnya.
Memasuki libur sekolah, jelasnya, wisatawan yang mendominasi adalah wisatawan domestik. Sebab, anak-anak sekolah memanfaatkan libur mereka untuk berlibur ke Bali. Wisatawan mancanegara juga tumbuh signifikan.
Untuk tahun 2023, target kunjungan sejumlah 1.416.155 orang dengan retribusi senilai Rp45,148 miliar. “Dilihat dari trend bulan sebelumnya, tidak terdapat peningkatan yang cukup signifikan. Untuk rata-rata kunjungan ke Kintamani tiap bulan sekitar 60 ribu orang. Kami berharap saat peak season yaitu Juli- Agustus, kunjungan dapat meningkat secara massif. Termasuk juga saat akhir tahun memasuki libur Natal, biasanya kunjungan meningkat pesat,” katanya bernada harap.
Per 16 Juni, sambungnya, PAD dari retribusi wisata untuk Penglipuran mencapai Rp10,737 miliar dan untuk Kintamani Rp10,788 miliar.
Pengelola DTW dan pegawai Dinas di lapangan siaga terhadap kenaikan wisatawan di musim libur, karena berpengalaman saat menghadapi libur Lebaran dan libur panjang dari tahun lalu. Penyediaan sarana E-Ticketing untuk mempercepat proses retribusi di pintu masuk DTW membuat proses masuk wisatawan lebih cepat, efisien dan transparan.
Membincang soal akomodasi, Sugiarta mengaku mengalami pertumbuhan luar biasa untuk daerah Kintamani, khususnya glamping. Banyak penduduk atau investor membangun atau membuat akomodasi glamping, terutama di dekat Danau atau lereng ketinggian yang menawarkan pemandangan menarik.
“Ini full booked saat weekend, bahkan harus reserved sampai dua bulan sebelumnya. Biasanya yang berkunjung adalah wisatawan usia muda, anak-anak remaja atau keluarga kecil yang mencari pengalaman baru untuk menyatu dengan alam,” tandasnya. gia























