Ketua PWNU NTB Dilantik Jadi Rektor UIN Mataram

MENTERI Agama, Yaqut Cholil Qoumas, saat melantik Prof. Dr. Masnun Tahir sebagai Rektor UIN Mataram, Selasa (27/7/2021). Foto: ist
MENTERI Agama, Yaqut Cholil Qoumas, saat melantik Prof. Dr. Masnun Tahir sebagai Rektor UIN Mataram, Selasa (27/7/2021). Foto: ist

MATARAM – Ketua Pengurus Wilayah (PW) Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi NTB, Prof. Dr. Masnun Tahir dilantik menjadi Rektor UIN Mataram periode 2021-2025 di Jakarta oleh Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, Selasa (27/7/2021) malam lalu. Guru besar filsafat UIN Mataram itu dalam persaingan merebut kursi rektor dari universitas Islam terkemuka di NTB itu mengungguli tiga pesaing yakni, Prof. Adi Fadli, Prof. Mutawali, dan Prof. Fahrurrozi. Masnun menggantikan Mutawalli yang berakhir masa jabatannya pada Selasa (27/7/2021).

Bagi semua civitas akademika UIN Mataram, tak terkecuali Ihsan Hamid, salah satu dosen politik di UIN Mataram, adanya Rektor baru tentu membawa harapan baru untuk membuat UIN Mataram jadi lebih baik. “Saya berharap dengan kehadiran Rektor baru ini, UIN Mataram dapat segera berbenah menuju kampus yang lebih mandiri dan progresif secara keilmuan dan kelembagaan,” ujar Ihsan, Rabu (28/7/2021).

Read More

Ihsan juga berharap Rektor baru dapat memperbaiki aspek kelembagaan, kualitas dan memperbanyak kerjasama dengan pihak luar. Kata dia, kelembagaan UIN Mataram harus lebih baik dalam manajemen tata kelola kelembagaan, baik kelembagaan yang terkait pegawai, dosen dan mahasiswa. Selain itu, sambungnya, kesejahteraan terkait hak-hak dosen dan mahasiswa bisa lebih diperhatikan, terutama saat masa-masa sulit pandemi Covid-19 saat ini.

Yang lebih penting sebagai bentuk akselerasi dan inovasi kelembagaan, ulasnya, Rektor baru harus berani membuat terobosan baru, berinovasi dengan membuat unit-unit kerja sesuai kebutuhan saat ini. “Terutama unit kerja yang membuka ruang sinergi dan kolaborasi dengan pihak lain, demi mengangkat marwah keilmuan dan kelembagaan,” sarannya.

Menurut dia, dari sisi kualitas dan daya saing, UIN Mataram masih banyak hal yang perlu dibenahi untuk mengejar hal yang dirasa tertinggal dari kampus-kampus lainnya. Jika secara keilmuan UIN Mataram mau punya tempat, ruang dan warna tersendiri, tegasnya, Rektor baru diminta harus berani membuat terobosan baru. Satu di antaranya memberi dukungan penuh terhadap riset dan publikasi karya ilmiah dengan menaikkan anggaran penelitian dan pengabdian. Selain itu jaringan literaratur penunjang yang lebih banyak, baik untuk dosen dan mahasiswa, yang selama ini masih dianggap minim.

Dia minta kerjasama UIN Mataram harus diperbanyak lagi, terutama dengan dunia international. Pertimbangannya, kini ada pergeseran pola interaksi komunitas global yang berbasis digital. “UIN Mataram saya kira harus mampu mengambil peluang tersebut, sehingga mimpi UIN Mataram menjadi salah satu destinasi akademik dunia, terutama di Indonesia bagian Timur, akan lebih cepat terwujud,” serunya menandaskan. rul

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.