GIANYAR – Desa Pejeng Kaja, Tampaksiring, melakukan acara studi tiru ke Desa Sidan, Gianyar, Selasa (26/7/2022). Pejeng Kaja belajar pertanian organik sebagai ketahanan pangan desa.
Perbekel Desa Pejeng Kaja, I Wayan Jana, mengatakan, desanya terdiri dari sembilan subak dan pendamping Ubud. Karena itu pihaknya ingin mengembangkan desa wisata berbasis pertanian.
“Hampir 200 hektar kami akan bikin jalan lingkar, sarana sudah, tinggal kami tata kelola agar jadi desa wisata berbasis organik,” ujarnya.
Dia mengaku berkomitmen menjaga alam Pejeng Kaja, dan bertumbuh kembang menjadi wisata berbasis organik.
Melalui studi tiru ke Desa Sidan, katanya, apa yang dilakukan di Desa Sidan agar ditularkan ke petani di Pejeng Kaja. “Untuk tahap awal, kami langsung ambil tiga hektar untuk pilot project (proyek percontohan),” lugasnya.
Langkah awal yang dilakukan, imbuhnya, dengan mengedukasi petani agar beralih ke organik. Untuk merangsang ketertarikan petani, pihak desa menggelar rapat Musdes.
Dia mendaku tidak menyangka banyak petani ingin ikut, tapi biaya desa terbatas untuk tahun ini. “Tahun ini kembangkan ketahanan pangan cukup tiga hektar, biaya 100 juta. Tidak menutup kemungkinan kami bentuk ketahanan hewani,” ulasnya.
Dia berharap desanya bisa menjadi penyangga wisata Ubud dengan menjaga alam agar ajeg dan asri. Pihaknya mengajak para petani mengembalikan tanah agar berfungsi dan mendapat hasil yang bagus.
“Ketingkatan asam tanah Pejeng Kaja tinggi, maka hasilnya saat ini berkurang. Dulu menghasilkan 45 kampil sekarang 20 kampil, berarti sekarang drop (turun),” paparnya.
Pemerintah daerah, pintanya, agar ikut menata ulang tanah dan mengatur zat asam tinggi melalui pola tanam organik. “Biar petani ke depan meningkat penghasilannya,” cetusnya berharap. adi
























