Kesadaran Memilah Sampah di Klungkung Menurun

  • Whatsapp
TUMPUKAN sampah tampak mengotori jalan trotoar di Klungkung, Jumat (15/1/2021). Foto: ist
TUMPUKAN sampah tampak mengotori jalan trotoar di Klungkung, Jumat (15/1/2021). Foto: ist

KLUNGKUNG – Ketaatan dan kesadaran masyarakat memilah jenis sampah dari rumah mengalami penurunan. Hal tersebut ditemukan saat Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, memantau situasi dan kepatuhan warga terhadap implementasi Perda Kabupaten Klungkung Nomor 7 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah, Jumat (15/1/2021).

Dengan pengeras suara di atas mobilnya, Bupati bersama OPD terkait kembali melakukan sosialisasi, sekaligus mengimbau masyarakat untuk bisa mematuhi jadwal pembuangan sampah. Warga diminta memilah sampah sesuai jenisnya dari rumah masing-masing atau dari sumbernya, seperti tertuang dalam Pergub Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber.

Bacaan Lainnya

Dalam pemantauan, ternyata di beberapa titik kumpul sampah masih terlihat yang tidak dipilah. Seperti yang ditemukan di depan Jalan Flamboyan Gang 1 di Kelurahan Semarapura Kauh, yang terdapat tumpukan tidak dipilah dan berserakan. Menurutnya, semua pihak harus mulai menggalakan semangat masyarakat, dan mengingatkan kembali membuang sampah taat pada waktu, hari dan tempatnya.

“Sampah yang dibuang agar dibungkus, sehingga tidak berserakan. Kalau ini bisa dilakukan dengan baik, maka bisa dilakukan optimalisasi terhadap TOSS Center yang kita punya dan mendukung peraturan Gubenur Bali,” ajaknya.

Baca juga :  HUT PSSI ke-90 Ditandai Pengusulan Soeratin jadi Pahlawan Nasional

Sesuai Perda Pengelolaan Sampah, terangnya, jam pembuangan sampah pada pukul 06.00-07.00 setiap hari. Sampah organik bisa dibuang pada hari Selasa, Rabu, Kamis, Sabtu dan Minggu, sedangkan sampah anorganik atau sampah plastik dibuang pada hari Senin dan Jumat. Pembuangan sampah sore hari yang dimulai pukul 15.00-16.00 akan dihilangkan.

Pembuangan sampah pada sore hari akan dicabut, dan akan difokuskan pada pagi hari. Tujuannya agar bisa meminimalisir bau menyengat, dan permasalahan baru di TOSS Center. “Hal ini disebabkan petugas pemilihan sampah pada sore hari tidak ada. Kita harus pikirkan dari dampak pembuangan sampah yang belum ditangani,” ulasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung, I Ketut Suadnyana, menambahkan, antusiasme masyarakat dalam memilah sampah di rumah semenjak masa pandemi mulai berkurang. Temuan ini disampaikan dari laporan petugas kebersihan yang mengambil sampah di tempat yang sudah ditentukan. Dia juga akan mengevaluasi dan menyosialisasikan pembuangan sampah sore hari yang akan dihilangkan.

“Penghapusan jam pembuangan sampah pada sore hari akan disosialisasikan selama satu minggu. Pemantauan terus kami lakukan dari pagi hingga sore keliling Kota Semarapura, untuk melihat masyarakat membuang sampah sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan,” tutupnya. baw

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.