Kepastian Pengumuman Rekomendasi PDIP Masih Misterius

  • Whatsapp
COKORDA Gede Agung (kiri) berjalan mendampingi Gubernur Wayan Koster usai rapat paripurna di DPRD Bali, beberapa waktu lalu. Foto: Ist
COKORDA Gede Agung (kiri) berjalan mendampingi Gubernur Wayan Koster usai rapat paripurna di DPRD Bali, beberapa waktu lalu. Foto: Ist

DENPASAR – Kapan dan siapa jagoan yang akan diusung PDIP untuk Pilkada 2020 di enam kabupaten/kota di Bali diumumkan, belum ada kejelasan. Hingga Senin (20/7/2020), pengurus DPD PDIP Bali kompak tutup mulut jika disinggung soal rekomendasi partai hegemonik di Bali tersebut. Hanya ada satu petunjuk kecil: kepastian pengumuman rekomendasi jika Wakil Sekretaris DPD PDIP Bali, Cokorda Gede Agung, tiba-tiba berangkat ke Jakarta.

Ditemui di DPRD Bali kemarin, Cok Agung lagi-lagi mendaku tidak tahu sama sekali mengenai rekomendasi tersebut. Hanya, dia tidak membantah saat ditanya kemungkinan dia berangkat ke Jakarta untuk menjemput rekomendasi. “Ya kalau dulu begitu, ngga tahu kalau sekarang. Bergantung penugasan partai juga,” sebut Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Bali tersebut.

Bacaan Lainnya

Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya, yang juga sebagai tim pemenangan pilkada, ikut-ikutan enggan berkomentar. “Kalau soal rekomendasi tanya Tucok, jangan saya. Saya bagian dalam,” sahutnya sebelum mengikuti rapat Dewan.

Sebelumnya seorang sumber menyebutkan, indikator rekomendasi akan keluar jika Cok Agung menjalani tes cepat (rapid test). Sebab, untuk bisa melakukan penerbangan dengan pesawat komersial, salah satu syaratnya adalah ada surat keterangan tes cepat. “Coba tanya ama Tucok (panggilan akrab Cok Agung), kapan dia mau rapid test? Kalau dia bilang mendadak harus rapid test, berarti dia ke Jakarta itu ambil rekomendasi,” sebut sumber itu.

Baca juga :  Denpasar Tambah 17 Pasien Sembuh, Kasus Positif Covid-19 Bertambah 20 Orang

Ditanya kapan terakhir tes cepat, Cok Agung berkata kali terakhir dilakukan pekan lalu. Dia mengakui tes cepat itu sebagai upaya jaga-jaga jika mendadak ada panggilan dari DPP PDIP ke Jakarta. Namun, sampai kemarin dia tidak ada panggilan atau perintah ke Jakarta. “Nanti kalau rekomendasi sudah di tangan, pasti kami kabari. Sabar,” cetusnya kalem.

Disinggung tertundanya rekomendasi untuk Bali karena disebut-sebut masih ada dinamika internal untuk calon di Tabanan, dia menggeleng. “Siapa yang dipilih DPP saja saya belum tahu, bagaimana bisa menjawab bahwa masih ada gejolak di dalam? Yang bisa saya katakan, Ibu Ketum (Megawati Sukarnoputri) sangat berkomitmen memilih kader yang terbaik dan punya prestasi untuk menjadi pemimpin di daerah. Sudah, itu saja, jangan tanya-tanya lagi. Ini mancing-mancing aja,” cetusnya sambil geleng-geleng kepala. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.