Kenaikan Jumlah Kasus Covid-19 Perlu Diwaspadai, PGRI Harap Guru Mendapat Prioritas Vaksinasi Booster

SISWA salah satu sekolah di Denpasar, makan dan minum di kelas saat jam istirahat karena kantin belum boleh beroperasi. Foto: tra
SISWA salah satu sekolah di Denpasar, makan dan minum di kelas saat jam istirahat karena kantin belum boleh beroperasi. Foto: tra

DENPASAR –  Pengakuan dan keterbukaan publik tentang informasi adanya siswa terpapar Covid-19 di dua sekolah menengah atas di Denpasar patut diapresiasi. Dengan informasi tersebut para pihak dapat melakukan tindakan sesuai dengan protapnya masing-masing. Demikian diutarakan praktisi pendidikan, Prof. I Putu Rumawan Salain, Kamis (27/1).

Menurut Rumawan Salain, tren meningkatnya angka positif Covid-19 harus diwaspadai karena penularannya sangat cepat. ‘’Bayangkan sekarang jika 15 anak Smansa (SMAN 1 Denpasar) tersebut menularkan ke lain siswa masing-masing 5 orang saja, berarti tambahan menjadi 75, kemudian di lingkungan keluarga, banjar, dan seterusnya. Tentu akan terjadi penyebaran yang sangat cepat,’’ ujarnya

Read More

Mengingat kejadian ini berlangsung di Kota Denpasar yang memiliki kepadatan penduduk tertinggi, kata Rumawan Salain, maka sebaiknya untuk sementara waktu proses belajar mengajar (PBM) dilakukan melalui online (daring). Selain itu, prokes tetap dilaksanakan dengan baik dan benar.

‘’Pemerintah ada baiknya juga jika mengurangi atau membatasi perjalanan masyarakat ke luar pulau. Lindungi dan peduli bagi anak didik kita sebagai generasi penerus,’’ ujarnya mengingatkan.

Pemkot Denpasar harus cerdas dan tegas menyelamatkan penduduknya dengan melakukan isolasi bagi lingkungan siswa yang terinfeksi. Jika zona sudah merah maka sekolah ditutup dan PBM dilakukan daring.

Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar juga diharapkan tak lengah dan proaktif mengadakan pemantauan ke sekolah di bawah binaannya mulai dari PAUD/TK hingga SMP secara terstruktur.  ‘’Jika ada sekolah di bawah kewenangan Pemkot yang terpapar virus maka PBM wajib dilaksanakan melalui daring,’’ lugas Rumawan Salain.

Di kesempatan terpisah, Ketua PGRI Kota Denpasar, Drs. I Ketut Suarya, M.Pd., mengingatkan pentingnya protokol kesehatan (prokes) sepanjang sekolah tatap muka terbatas yang mulai diberlakukan. Ia berharap guru menjadi teladan prokes.

‘’Saya yakin setiap sekolah sudah menerapkan prokes secara ketat dan disiplin. Prokes jadi tanggung jawab semuanya, bukan cuma siswa, tapi juga guru, pekerja sampai wali murid di dalam atau di luar sekolah,’’ kata Suarya.

Di sisi lain, ia berharap agar Pemkot Denpasar memberikan vaksin dosis ketiga atau booster kepada tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan unsur lainnya yang terlibat dalam pendidikan secara terpusat. Hal ini mengingat ditemukannya penularan Covid-19 di sekolah saat digelarnya pembelajaran tatap muka (PTM).

‘’Saya minta agar tenaga pendidik/kependidikan diberikan booster segera karena dalam pembelajaran tatap muka ada siswa positif Corona, meskipun terkendali,’’ kata Suarya.

Suarya berharap agar booster juga menjadi prioritas bagi guru mengingat saat ini PTM masih terus berjalan di Kota Denpasar. ‘’Guru dan tenaga kependidikan semua jenjang sangat prioritas diberikan booster vaksin, disamping tenaga kesehatan dan relawan serta masyarakat,’’ ujar Suarya. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.