Kemarau Panjang, Danau Buyan dan Tamblingan Alami Pendangkalan, Airnya Menyusut Hingga 1,5 Meter

DANAU Buyan di Buleleng mengalami pendangkalan. Tampak petugas membersihkan tanaman eceng gondok di danau tersebut. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BULELENG – Danau Buyan yang terletak di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng dan Danau Tamblingan yang terletak di Desa Munduk, Kecamatan Banjar Buleleng mengalami sedimentasi hingga mengakibatkan pendangkalan.Selain itu, air danau juga diketahui menyusut hingga 1,5 meter dari permukaan danau. Hal ini disebabkan musim kemarau yang berkepanjangan.

Perbekel Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, I Wayan Komiarsa, pada Senin (16/10/2023) mengakui jika sedimentasi yang terjadi di Danau Buyan sudah berlangsung dari tahun ketahun. Hal ini diakibatkan kondisi danau Buyan yang berada di bawah perbukitan, sehingga endapan-endapan lumpur sisa banjir di musim hujan mengalir ke danau.

Read More

Ditambah lagi, alih fungsi lahan yang terjadi khususnya di Desa Pancasari cukup banyak. “Warga sejak dulu juga beralih fungsi dari tanaman keras ke tanaman lunak. Sehingga lumpur pertanian juga mengarah ke danau,” kata Komiarsa.

Menyiasati kondisi itu, sejak tahun 2019 Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida dan Pemerintah Kabupaten Buleleng membuat tanggul sepanjang 2 kilometer untuk menahan sedimentasi di kawasan danau.

Pada tanggul itu, lumpur akan mengendap, sedangkan air akan dibuang ke danau. Hal itu diyakini mampu mencegah pendangkalan secara terus-menerus di danau.

“Progres kurang lebih sudah sampai 30-40 persen yang fungsinya untuk menahan sedimentasi. Tanggul ini dibangun di batas lahan hak milik warga,” tambah Komiarsa.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng, I Gede Melandrat, membenarkan adanya pendangkalan di dua danau di Buleleng. Akibatnya, tanaman semisal ganggang dan eceng gondok pun tumbuh.

Pihaknya pun menyiapkan 18 tenaga untuk membersihkan ganggang dan eceng gondok yang ada di sekitar danau agar Danau Buyan dan Tamblingan sebagai kawasan konservasi dan wisata terjaga kelestariannya.

“Petugas bekerja hampir setiap hari untuk membersihkan. Ini merupakan hal biasa setiap musim kemarau tiba. Namun di tahun ini tidak separah tahun- tahun sebelumnya,” ucap Melandrat dikonfirmasi melalui sambungan telepon. edy

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.