Kelulusan Pakai Nilai Rapor, Mendikbud Keluarkan Surat Edaran

  • Whatsapp
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Kadis Dikpora) Provinsi Bali, Dr. KN. Boy Jayawibawa. Foto: ist
KEPALA Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Kadis Dikpora) Provinsi Bali, Dr. KN. Boy Jayawibawa. Foto: ist

DENPASAR – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2021 tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan Serta Pelaksanaan Ujian Sekolah Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Melalui surat edaran yang diterbitkan pada 1 Februari 2021 itu, Mendikbud Nadiem Makarim menetapkan bahwa Ujian Nasional (UN) dan ujian kesetaraan pada tahun 2021 ini ditiadakan.

Kepala Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Kadis Dikpora) Provinsi Bali, Dr. KN. Boy Jayawibawa yang dikonfirmasi, Kamis (4/2/2021) membenarkan terbitnya SE Mendikbud No.1/2021 tersebut. Boy menyebutkan peniadaan UN tersebut berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan dari SD hingga SMA/SMK. UN sudah ditiadakan sejak tahun 2020 karena pandemi Covid-19. UN akan diganti Asesmen Nasional (AN) pada tahun 2021.

Bacaan Lainnya

Namun, belakangan Mendikbud Nadiem Makarim memundurkan jadwal asessen nasional itu hingga September, yang berarti tak ada ujian yang digelar secara nasional di tahun ajaran ini. ‘’Segera akan kita kumpulkan para kepala SMA/SMK untuk menyosialisasikan terbitnya SE Kemendikbud tersebut,’’ sebut Boy.

Boy memaparkan, dalam surat edaran tersebut dijelaskan, dengan ditiadakan UN dan ujian keseteraan tahun 2021, maka UN dan ujian kesetaraan tidak menjadi syarat kelulusan atau seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sebagai gantinya, kelulusan siswa bisa ditentukan dari nilai rapor.

Baca juga :  Gubernur NTB Sebut Resesi Bukan Kiamat, OPD Diminta Percepat Realisasi Belanja APBD

Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan atau program pendidikan setelah menyelesaikan program pembelajaran di masa pandemi Covid-19 yang dibuktikan dengan rapor tiap semester. Lalu memperoleh nilai sikap atau perilaku minimal baik, dan mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.

Ujian sekolah bisa dilakukan dalam bentuk portofolio evaluasi nilai rapor, nilai sikap dan prestasi siswa; penugasan; tes secara luring atau daring; dan bentuk kegiatan penilaian lain yang ditentukan sekolah. Selain ujian yang diselenggarakan oleh sekolah, bagi siswa sekolah menengah kejuruan dapat mengikuti uji kompetensi keahlian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ketentuan yang sama berlaku bagi lulusan Paket A, B dan C. Dengan catatan jika memilih ujian sekolah berupa tes, harus dilaksanakan oleh satuan pendidikan yang diakui sebagai penyetaraan lulusan. Peserta ujian juga harus terdaftar sebagai peserta ujian pendidikan kesetaraan pada data pokok pendidikan (Dapodik) dan menginput hasil ujiannya.

Bagi ujian akhir semester untuk kenaikan kelas dapat dirancang untuk mendorong aktivitas belajar bermakna, dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh. Dalam surat itu menyebutkan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dilaksanakan sesuai dengan Permendikbud Nomor 1 tahun 2021 tentang PPDB pada TK, SD, SMP, SMA dan SMK. ‘’Ketentuan sebagaimana dimaksud secara keseluruhan dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan,’’ tutup Kadisdikpora Boy. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.