83 Tenaga Medis di Jembrana Mangkir Vaksinasi

  • Whatsapp
BUPATI Jembana I Putu Artha (kanan) saat memantau pelaksanaan vaksinasi di RSU Negara. foto: ist

JEMBRANA – Sebanyak 250 orang tenaga medis di Kabupaten Jembrana, Bali yang sudah registrasi belum bisa divaksin. Dari jumlah itu, sebanyak 83 orang ternyata mangkir untuk divaksinasi, Kamis (4/2/2021). Sementara sisanya 167 orang lagi dinyatakan tidak lolos screening.

Kepala Dinas Kesehatan Jembrana, dr I Gusti Bagus Ketut Oka Parwatha, mengatakan, hingga saat ini atau di akhir pengambilan vaksinasi Covid-19 tahap I bagi seluruh tenaga medis Jembrana, memang belum semua tenaga medis bisa divaksin. Lantaran sebagian dari mereka tidak lolos screening sebagai syarat bisa divaksin dengan berbagai alasan.

Bacaan Lainnya

“Ada yang masih tertunda. Mereka tidak lolos screening dan uji kesehatan. Kami sedang siapkan jadwal pengganti, mudah-mudahan berikutnya bisa lolos,” ujar
Parwatha seraya menambahkan, dari data yang dihimpunnya hingga hari kemarin, sebanyak 1.488 tenaga medis sudah disuntikkan vaksin.

Jumlah itu masih kurang dari target pemerintah pusat kepada tenaga medis di Jembrana yang sudah terdaftar di e-tiket totalnya berjumlah 1.738. “Hari ini sebanyak 250 orang tenaga medis Jembrana belum bisa divaksin. Dari jumlah itu sebanyak, 83 orang belum hadir dan 167 orang lagi dinyatakan tidak lolos screening,” jelasnya.

Baca juga :  35 KK Miskin di Desa Gelgel Terima BLT DD

Sesuai dengan rinciannya yang tidak lolos screening itu, sebanyak 126 orang ditunda, dan 41 orang dinyatakan ditolak (kontradiksi). “Bagi yang belum datang, kami pusatkan vaksinasi Jumat (hari ini, red) di RSU Negara. Pemusatan itu tujuannya agar memudahkan pengaturan logistik,” tegasnya.

Bupati Jembrana, I Putu Artha, saat memantau gebyar vaksinasi Covid-19 yang berlangsung di Lantai III Gedung Instalasi Rawat Jalan RSU Negara, berharap vaksinasi dosis pertama untuk tenaga kesehatan tersebut bisa tuntas pada hari kemarin.

“Kami dorong melalui gebyar vaksinasi Covid-19 yang digelar hari ini vaksinasi Covid-19 tahap I bagi tenaga medis Jembrana bisa tuntas. Terkecuali bagi mereka yang tidak lolos, ada jadwal susulan,” katanya.

Dari vaksin yang sedianya untuk tenaga kesehatan, namun batal dipakai karena beberapa orang tidak lolos screening, Bupati Artha minta untuk dipakai kepada instansi khususnya bagian pelayanan.

“Jika diperbolehkan agar vaksin yang tak jadi dipakai tersebut bisa digunakan untuk instansi-instansi pemerintahan terkhusus di bagian pelayanan seperti perizinan, dukcapil, sosial, dan lainnya guna pelayanan yang lebih baik lagi kedepannya,” pungkasnya. man

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.