MATARAM – Perwakilan Kedutaan Polandia di Indonesia, Piotr Firlus, kembali menyambangi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang dibangun oleh PLN (Persero) di Sambelia, Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Piotr yang sempat berkunjung tahun 2019 silam, datang untuk melihat sejauh mana perkembangan investasi yang telah dikucurkan sejak tahun 2018.
Sebelum kunjungannya ke Lombok, Perwakilan Kedutaan Polandia terlebih dahulu mengunjungi Dirut PLN dan Dirjen Ketenagalistrikan di Jakarta. Dalam kunjungan keduanya ini, Piotr Firlus menyempatkan bertemu dengan Gubernur sebelum singgah ke kantor PLN UIP Nusa Tenggara untuk mendengarkan pencapaian progres proyek serta kendala yang dihadapi pascaditerjang pandemi Covid-19.
‘’Kunjungan ini, sangatlah penting untuk memberikan suntikan semangat kepada rekanan pelaksana konstruksi pascapandemi Covid-19, selain untuk menjaga kepercayaan antara PLN dan Polandia sebagai Investor kami,’’ ujar General Manager PLN UIP Nusa Tenggara, Wahidin, Senin (13/6/2022).
Menurut dia, progres pembangunan PLTU Sambelia mencapai 80 persen. Nantinya, penyelesaian PLTU FTP-2 ini, otomatis menjadi konsen utama PLN untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan Lombok.
Karena itu, melalui kerja sama bilateral yang terjadi, proses alih teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan tentang konstruksi dan sistem pembangkit listrik, proyek ini direncanakan menggunakan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) melebihi 40 persen atau di atas standar yang ditetapkan pemerintah. Selain itu, tenaga kerja lokal yang terlibat mencapai 95 persen dari keseluruhan proses pembangunan.
Wahidin menambahkan, pihaknya mengajak seluruh pihak yang terlibat untuk berkomitmen mengupayakan yang terbaik untuk menghadapi permasalahan-permasalahan yang terjadi, sehingga proyek ini bisa segera diselesaikan.
‘’Kami optimis pembangkit ini akan COD pada pertengahan tahun 2023 untuk dua unit, namun kami akan tetap mengusahakan agar akhir tahun 2022 bisa masuk sistem untuk 1 unit dengan kapasitas 50 MW, tentunya kami butuh dukungan dan doa dari masyarakat NTB,’’ jelas Wahidin. rul























