Kebut Vaksinasi, Penyimpanan Vaksin Perlu Diperhatikan

  • Whatsapp
PERSONEL Brimob Polda Bali mengawal pengiriman vaksin Covid-19 dari Jakarta ke Bali, akhir Februari 2021. Foto: ist
PERSONEL Brimob Polda Bali mengawal pengiriman vaksin Covid-19 dari Jakarta ke Bali, akhir Februari 2021. Foto: ist

DENPASAR – Gencarnya vaksinasi Corona berjalan seiring dengan tingginya harapan agar Bali dapat membuka gerbang pariwisata mancanegara, yang tutup sejak setahun terakhir. Berhubung Bali mendapat prioritas vaksinasi, kapasitas penyimpanan vaksin sebelum didistribusikan ke masyarakat juga perlu diperhatikan.

Menurut anggota Komisi 4 DPRD Bali, I Ketut Suryadi, Minggu (28/3/2021) persoalan kapasitas penyimpanan belum dibahas resmi antara Komisi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Meski begitu, dia menilai persoalan ini harus diperhatikan pemerintah. “Apapun adanya, kapasitas penyimpanan sangat dibutuhkan oleh Dinas Kesehatan, dan ini harus dipersiapkan dengan kemajuan yang jelas. Jangan sampai kesediaan vaksin malah terhambat atau terganggu oleh ketidaksiapan dalam kesediaan kapasitas penyimpanan,” ujar politisi PDIP yang akrab disapa Boping itu.

Bacaan Lainnya

Koleganya di Komisi 4, Rawan Atmaja, juga menyebut belum ada pembahasan dengan eksekutif secara spesifik soal kapasitas penyimpanan vaksin. Hanya, kata dia, Dinas Kesehatan sudah memiliki tempat penyimpanan khusus untuk vaksin tersebut. “Sebentar ya, saya tanya ke Pak Kadis Kesehatan dulu,” ucapnya saat dihubungi via telepon.

Tak lama berselang, Rawan mengabarkan sejauh ini belum ada kabar berapa vaksin yang akan masuk Bali. “Karena sekarang hari Minggu, jadi Dinas Kesehatan belum bisa koordinasi ke Jakarta. Yang jelas, kalaupun masuk Bali, penyimpanan tetap seperti sebelumnya yakni di Dinas Kesehatan Provinsi dan dinas kesehatan kabupaten/kota,” ungkapnya.

Baca juga :  Karena Ini, Ribuan Warga Jembrana Terancam Tak Bisa Gunakan Hak Pilih

Meski Bali mendapat prioritas vaksinasi demi mempercepat dibukanya pasar pariwisata internasional, Rawan berkata belum tahu juga jenis vaksin apa yang akan dikirim selanjutnya. Demikian pula berapa jumlah vaksin yang akan dibawa ke Bali. Kabar terakhir dari Dinas Kesehatan, dia berujar stok vaksin masih 2.500 vial.

“Kalau bicara jumlah, jelas stok yang ada terbatas sekali. Kemarin saja di Nusa Dua vaksinasi memerlukan sampai 1.100 dosis. Kejelasannya baru bisa besok (Senin) setelah ditanyakan ke Dirjen Kesehatan, tapi tidak tahu juga apakah yang dikirim nanti Sinovac atau jenis lain,” ulas Ketua Fraksi Partai Golkar tersebut.

Dikutip dari Kompas terbitan Jumat (26/3/2021), sebanyak 16 juta ton dosis bahan baku vaksin Sinovac tiba di Indonesia pada Kamis (25/3/2021). Karena stok vaksin akan terus ditingkatkan, kapasitas penyimpanan di fasilitas kesehatan perlu diperbesar agar vaksinasi lebih lancar. Stok vaksin akan makin besar, terutama mulai Juli 2021 mendatang. Menimbang Bali mendapat prioritas suplai vaksin, terutama untuk masyarakat di tiga zona hijau yakni Nusa Dua (Badung), Sanur (Denpasar), dan Ubud (Gianyar), ketersediaan kapasitas penyimpanan vaksin serta cold chain (rantai dingin) wajib diperhatikan. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.