Kasus Positif Corona Naik Tajam, Boping Ingatkan Pemerintah Jaga Ketersediaan Oksigen

  • Whatsapp
Ketut "Boping" Suryadi. Foto: Ist
Ketut "Boping" Suryadi. Foto: Ist

DENPASAR – Kenaikan kasus positif Covid-19 di Bali beberapa hari terakhir berkonsekuensi dengan kian melonjaknya kebutuhan oksigen, terutama untuk pasien yang bergejala sedang dan berat. Agar kebutuhan oksigen tetap bisa ditangani, anggota Komisi IV DPRD Bali, I Ketut Suryadi, mengingatkan Pemprov dan pemerintah kabupaten/kota menjaga ketersediaan pasokan oksigen.  

Berdasarkan informasi yang diperoleh, dia berkata saat ini banyak keluhan tentang keterbatasan persediaan oksigen di rumah sakit. Masalahnya, di rumah sakit di Bali saat ini bisa dikatakan semua penuh terisi pasien yang terkena Covid-19. “Di mana-mana juga terjadi kelangkaan ketersediaan tabung oksigen. Ini yang perlu jadi perhatian kita bersama, terutama pemerintah,” ucap Boping, sapaan akrabnya, Kamis (22/7/2021).

Bacaan Lainnya

Situasi saat ini, ujarnya, diakui karena sebelumnya tidak pernah terbayangkan akan begini ekstrem lompatan kasus yang terkena Corona. Namun, justru dari keadaan ini juga dia mengajak semua pihak untuk introspeksi diri. Dia menekankan semua pihak untuk tidak lagi gegabah atau mengabaikan penyebaran virus Covid-19, terlebih dengan adanya varian baru yang lebih gesit dan sadis penularannya.

Kewaspadaan itu, ulasnya, sudah harus mulai sangat ketat menjalankan protokol kesehatan dengan kesadaran dari diri sendiri. “Masalahnya begini, kalau sudah terpapar, sampai harus masuk rumah sakit, nah itu yang repot. Kita tahu bersama sekarang ini kamar full (penuh) terisi, persediaan oksigen sangat terbatas dan kurang. Jadi, ayo bangun kesadaran bersama dari diri sendiri, jadilah dokter bagi diri sendiri,” pesan mantan Ketua DPRD Tabanan dua periode tersebut.

Baca juga :  Rakernas IOF 2020 Ajang Pemanasan Jelang MotoGP Mandalika 2021

Meski keluhan soal kelangkaan oksigen di rumah sakit di Bali itu ramai disuarakan di media sosial, Boping tetap mengapresiasi pemerintah dan aparat Polri serta TNI yang berusaha mati-matian mencari pasokan oksigen. Dalam pandangan politisi senior PDIP di Tabanan itu, pemerintah terbilang sangat sigap dalam merespons situasi kritis akibat serangan virus Covid-19 itu. “(Apresiasi) juga untuk para tenaga kesehatan yang sudah berjuang mati-matian menangani pasien di rumah sakit. Karena itu, mohon di kabupaten-kabupaten jangan sampai insentif untuk penanganan Covid ini tidak dibayar ya, kasihan tenaga kesehatannya,” tandasnya bernada menyindir. Sayang, dia tidak merinci lebih jauh pernyataannya soal pesan untuk pemerintah daerah jangan sampai insentif tenaga kesehatan tidak dibayar tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun, kasus positif Corona beberapa hari terakhir menunjukkan tren mengkhawatirkan. Pada Kamis (22/7/2021), data dari Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali tercatat ada tambahan 1.250 kasus positif baru, 652 dinyatakan sembuh, dan 33 orang meninggal. Sehari sebelumnya, Rabu (21/7) terdapat 1.111 kasus baru, 650 dinyatakan sembuh, dan 23 orang meninggal. Pada Selasa (20/7) lalu, angka kasus sempat melandai “hanya” 880 kasus baru, 533 dinyatakan sembuh, dan 23 orang meninggal. Dari data terakhir itu juga terlihat bagaimana lonjakan kasus di Bali, dan bisa dibayangkan bagaimana fasilitas kesehatan mesti menangani pasien sekian banyak dalam waktu singkat. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.