Kartini Masa Kini Diharap Jadi “Role Model” Pendidikan Keluarga dalam Menjalin Komunikasi di Era Milenial

KETUA TP PKK Kota Denpasar, Sagung Antari Jaya Negara, saat menjadi pembicara webinar guru penggerak Kota Denpasar seri berbagi #seri5 "Peran Pendidikan Keluarga dalam Menjalin Komunikasi di Era Milenial" serangkaian memperingati Hari Kartini pada Kamis (21/4/2022)
KETUA TP PKK Kota Denpasar, Sagung Antari Jaya Negara, saat menjadi pembicara webinar guru penggerak Kota Denpasar seri berbagi #seri5 "Peran Pendidikan Keluarga dalam Menjalin Komunikasi di Era Milenial" serangkaian memperingati Hari Kartini pada Kamis (21/4/2022)

DENPASAR – Keluarga khususnya orang tua dan dan pihak sekolah sangat berperan dalam menjalin komunikasi positif dengan remaja pada masa milenial ini. Sesuai kodrat zamannya komunikasi remaja banyak terpengaruh dan tercermin dari media sosial.

Demikian terungkap dalam webinar guru penggerak Kota Denpasar seri berbagi #seri5 “Peran Pendidikan Keluarga dalam Menjalin Komunikasi di Era Milenial” serangkaian memperingati Hari Kartini pada Kamis (21/4/2022) yang dilaksanakan di Studio Subasita Balai Bahasa Provinsi Bali dengan host I Nyoman Sutrisna. Webinar menghadirkan pembicara di antaranya, guru penggerak angkatan I, Ni Nyonan Sri Nuriyanthi; Intan Laksmi dari Idola Suara Edukasi; Puji Retno Hardiningtyas dari Balai Bahasa Provinsi Bali, dengan keynote speaker Ketua TP PKK Kota Denpasar, Sagung Antari Jaya Negara dan Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, AA Gede Wiratama.

Bacaan Lainnya

Ni Nyoman Sri Nuriyanthi selaku guru penggerak angkatan I, mengatakan, remaja harus cerdas dalam bermedia sosial, harus bisa membedakan wacana publik yang bisa diposting dan menjadi konsumsi publik dan wacana privat yang tidak cocok dibagikan di ruang publik seperti media sosial. Orang tua harus membuka ruang komunikasi di rumah agar remaja nyaman bercerita dan mau terbuka.

Baca juga :  Presiden Jokowi Main Bola dengan Anak Papua saat Pembukaan PON XX

Lebih lanjut kata dia, kunci utama dalam keberhasilan berkomunikasi adalah mau mendengar. Agar berhasil dalam berkomunikasi adalah 3 kata ajaib yakni maaf, tolong, dan terima kasih. Tips berkomunikasi dengan remaja yakni dengarkan, jangan menghakimi, sederhanakan masalah, hargai pendapatnya, dan berikan apresiasi positif.

“Nilai-nilai luhur yang dapat ditauladani dari R. A Kartini di antaranya Kartini cerdas dan berwawasan luas, memiliki tekad yang bulat dan pantang menyerah, berani, optimis, sederhana dan berjiwa sosial. Dan, sebagai Kartini milenial kita harus berani memerangi perundingan/ bullying dan intoleransi,” sambungnya.

Intan Laksmi dari Idola Suara Edukasi mengatakan, pemanfaatan media sosial bergantung dari remaja itu sendiri. Bisa berdampak positif atau negatif. Saran dia, remaja harus selalu berkomunikasi dengan orang tua. “Sharing apa pun,” kata dia.

Puji Retno Hardiningtyas dari Balai Bahasa Provinsi Bali berkata, peran keluarga/orang tua sangat penting walau beda generasi. Orang tua harus memberi ruang pada anak untuk berkomunikasi seperti memberikan waktu khusus di malam hari sebelum tidur.

Medsos menjadi kebutuhan kita bersama, ortu perlu membuat aturan dan kesepakatan bersama dengan anak terkait penggunaan internet, baik medsos atau game online. Di sisi lain, ia menyayangkan penggunaan bahasa daerah untuk komunikasi sehari-hari di lingkup keluarga mengalami penurunan yang sangat drastis.

“Kita harus menyadari Tri Gatra Berbahasa yakni gunakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah dan kuasai bahasa asing,” ujarnya.

Baca juga :  PC KMHDI Karangasem Galang Dana untuk Nusa Penida

Bicara soal remaja, saran dia, lebih baik curhat dengan orang tua daripada teman. Lihat kondisi dan situasi orang tua saat ingin menyampaikan sesuatu. Pastikan jangan saat lelah. Dan menjadi Kartini milenial, lugasnya, harus mampu memerangi arus globalisasi dengan cara meningkatkan literasi.

Ketua TP PKK Kota Denpasar, Sagung Antari Jaya Negara, mengingatkan agar meneladani semangat Kartini untuk mempelajari berbagai bahasa asing dalam berkomunikasi. Penting sekali menjaga tutur kata yang baik dalam berkomunikasi begitupula dengan jari-jari kita.

“Ada istilah jarimu harimaumu. Karenanya dalam bermedia sosial silakan serap bahasa yang baik , abaikan bahasa yang tidak baik, tidak sopan dan mengandung SARA,” pesan istri Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara ini.

Sagung Antari Jaya Negara menambahkan, keluarga sangat berperan penting dalam komunikasi remaja. Ia mengajak Ibu-ibu Kartini masa kini untuk menjadi role model berbahasa yang baik dan sopan. Selain itu penting untuk memantau penggunaan bahasa remaja secara langsung atau saat berselancar di media sosial.

Pembicara terakhir, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, mengatakan siswa berada di sekolah hanya beberapa jam saja, waktu lebih banyak dihabiskan bersama keluarga di rumah. Kompleksitas masalah pendidikan tidak bisa diatasi sekolah saja.

“Sekolah dan keluarga atau guru dan orang tua adalah dua komponen yang saling membantu. Orang tua dan guru harus saling bersinergi. Peran orang tua banyak diperlukan pada era milenial ini. Terlebih pada masa pandemi anak lebih banyak di rumah orang tua berperan dalam meningkatkan mutu pendidikan anak-anaknya,” sebutnya. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.