BULELENG – Empat orang anak punk dipulangkan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Buleleng. Pemulangan 4 orang anak punk ini karena mereka semua yang berasal dari luar Bali yakni wilayah Jawa Timur (Jatim) tanpa membawa identitas diri. Selain itu, keberadaan mereka dianggap mengganggu ketertiban umum di wilayah Buleleng.
Keempat orang itu yakni Moch Suganda Pratama (19) asal Desa Bogen, Kecamatan Tambaksari, Surabaya. Kemudian, Reza Ferdian (17) asal Kelurahan Celep, Sidoarjo. M. Baem Messi Pradana (14) asal Desa Damarsi, Sidoarjo dan terakhir yakni Zovia Azandra (13) asal Bloro Kidul, Kecamatan Budoran, Sidoarjo.
Keempat anak punk ini diamankan anggota Polsek Kota Singaraja di Jalan Dewi Sartika Singaraja pada Senin (26/4/2021). Saat diperiksa, keempatnya tanpa membawa identitas diri dan juga tidak membawa surat keterangan hasil rapid test.
Salah seorang anak punk yang terjaring, Moch Suganda Pratama mengaku, mereka berangkat ke Bali dari Jawa pada Jumat (23/4/2021) sore, dengan cara menumpang truk dan duduk di belakang. Dengan begitu, mereka berhasil mengelabui petugas dan bisa menyeberang laut masuk ke Bali.
“Berangkat Jumat sore, numpang truk kosong duduk di belakang, karena sampai malam kan tidak kelihatan. Mau ke Pantai Pandawa liburan, saya sudah tiga kali ke Bali. Kalau perlu bekal biasa ngamen, dapat uang pakai beli makan,” kata Moch Suganda Pratama ditemui Senin (26/4/2021) siang.
Kepala Dinsos Buleleng, Putu Kariaman Putra, mengatakan, pihaknya hanya memfasilitasi untuk pemulangan keempat orang anak punk tersebut ke daerah asalnya. “Setelah kami identifikasi rata-rata orangnya masih dibawah umur dengan penampilan layaknya seperti anak punk. Apalagi satunya perempuan dan masih dibawah umur,” ujar Kariaman Putra.
Saat diperiksa, mereka mengaku datang ke Buleleng hanya untuk berlibur dan selanjutnya menuju Objek Wisata Pantai Pandawa di Desa Ungasan, Kabupaten Badung. Selama berangkat ke Bali mereka tidak membawa bekal sama sekali.
Keempat anak punk ini kini dikembalikan ke tempatnya masing-masing. “Mereka mengaku akan mengamen untuk mendapatkan bekal berlibur. Mengamen itu jelas mengganggu kenyamanan masyarakat Buleleng. Agar tidak mengganggu, hari ini (kemarin, red) langsung kami kembalikan melalui Pelabuhan Gilimanuk untuk pulang ke daerah asalnya,” pungkas Kariaman Putra. rik
























