Karangasem Rancang Kembali PTM Secara Terbatas

  • Whatsapp
KADISDIKPORA Kabupaten Karangasem, I Wayan Sutrisna. foto: ist

KARANGASEM – Kabupaten Karangasem kembali merancang rencana pembelajaran tatap muka (PTM) seiring melandainya kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karangasem, I Wayan Sutrisna, membenarkan adanya rencana tersebut, Jumat, (24/9/2021).

Sutrisna mengatakan, instansinya sudah rapat membahas rencana PTM bersama sejumlah pihak terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, BPBD, Satpol PP, Ketua MKKS SMA dan Ketua MKKS SMK. Rapat tersebut dipimpin Asisten Administrasi Umum di ruang Sekda Karangasem pada Rabu (22/9/2021).

Bacaan Lainnya

“Dari hasil rapat tersebut, secara umum satuan pendidikan PAUD, SD, SMP, SMA dan SMK se-Kabupaten Karangasem dari segi daftar isian dapodik, hasil verifikasi lapangan, dan kondisi sekolah telah siap untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas,” ucapnya menyampaikan hasil rapat tersebut.

Hasil rapat juga memutuskan, untuk lebih memastikan kesiapan satuan pendidikan dalam pelaksanaan PTM, Satdik perlu melampiri data tentang data PeduliLindungi bagi warga sekolah, yang ditandatangani kepala satuan pendidikan dan dikirim Ke Disdikpora.

Selain itu, PTM terbatas yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan harus mengacu pada aturan yang ada, baik Keputusan Bersama 4 Menteri (Menteri Pendidikan dan kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri), maupun SE Gubernur Bali, serta menerapkan prokes secara ketat dengan waktu belajar maksimal 90 menit tanpa istirahat.

Baca juga :  Uang Beredar di Bali Anjlok 55 Persen pada Triwulan I/2021, Ini Penyebabnya!

“Untuk jenjang SD, SMP, SMK, SMA jumlah siswa yang PTM maksimal 50 persen. Bila jumlah siswa banyak, maka persentase diatur oleh kasatdik dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat. Untuk PAUD dan sederajat maksimal 33 persen dengan jumlah siswa maksimal lima orang per kelas,” urai Sutrisna.

Hanya, Sutrisna belum menyebut kapan PTM terbatas yang direncanakan tersebut akan dimulai di Karangasem. Dia berujar tak mau gegabah dalam hal ini, karena banyak berita di daerah lain terjadi klaster sekolah setelah melaksanakan PTM.

“Untuk kepastiannya, kita tunggu saja karena kami juga harus tetap waspada supaya tidak gegabah nanti, bisa fatal lantaran penyebaran klaster baru. Untung sampai saat ini klaster Covid sudah mengalami penurunan, semoga terus menurun dan kondisi bisa normal,” sebutnya bernada harap. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.