Karangasem Bertekad Tuntaskan Buta Aksara

  • Whatsapp
Foto: KARANGASEM BUPATI Karangasem, IGA Mas Sumatri Foto bersama usai penandatanganan MoU antara Pemkab Karangasem dengan Bank BPD Bali dan Universitas Terbuka (UT), Kamis (16/7) di Kantor Disdikpora Karangasem. Foto: nad
Foto: KARANGASEM BUPATI Karangasem, IGA Mas Sumatri Foto bersama usai penandatanganan MoU antara Pemkab Karangasem dengan Bank BPD Bali dan Universitas Terbuka (UT), Kamis (16/7) di Kantor Disdikpora Karangasem. Foto: nad

KARANGASEM – Pemkab Karangasem terus berupaya kuat untuk menuntaskan buta aksara dan mendorong masyarakat untuk melek aksara dengan berbagai program salah satunya pemberian Kartu Karangasem Cerdas (KKC). Bukan hanya program Kartu Karangasem Cerdas, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri juga menyerahkan surat keterangan melek aksara (Sukma) dan menjalin kerjasama bidang pendidikan melalui penandatanganan MoU Pemda dengan Bank BPD Bali dan Universitas Terbuka (UT), Kamis (16/7) di Kantor Disdikpora Karangasem.

Penandatangan MoU Pemkab Karangasem dengan BPD Bali terkait dengan Kartu Karangasem Cerdas, sedangkan MoU dengan Universitas Terbuka yaitu terkait dengan kerjasama peningkatan SDM dengan membangun cabang Universitas Terbuka Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ UT Perwakilan Bali) di Karangasem serta pemberiaan beasiswa kuliah.

Bacaan Lainnya

Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Karangasem atas berbagai terobosan dan inovasi yang telah dilakukan untuk kemajuan SDM di Kabupaten Karangasem. ‘’Kita sadar saat ini pandemi Covid 19 menjadi tantangan dalam segala bidang tidak terkecuali bidang pendidikan. Tapi saya berharap, situasi ini tidak menjadi penghambat kinerja masing-masing. Melainkan tetap semangat, kerja keras dan tidak putus asa dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,’’ tegasnya.

Baca juga :  Bandara Ngurah Rai Sabet Tiga Penghargaan ASQ Awards dari ACI

‘’Salah satu langkah konkritnya dalam mewujudkan masyarakat yang cerdas adalah terselenggaranya berbagai kegiatan hari ini, salah satunya penyerahan surat keterangan melek aksara. Semoga secara bertahap dapat mengurangi angka buta aksara di Kabupaten Karangasem,’’ ujarnya lagi.

Kadisdikpora Kabupaten Karangasem, I Gusti Ngurah Kartika, menjelaskan, Sukma adalah surat keterangan melek aksara yang diberikan kepada warga belajar buta aksara. Sebanyak 1.500 orang yang lulus dan dibagikan sertifikat Sukmanya yaitu 1.384 orang. Mereka telah dibelajarkan selama 114 jam tatap muka yang berasal dari empat kecamatan di 12 perdesaan. Meliputi, Desa Bebandem, Desa Buana Giri, Desa Budakeling, Desa Bungaya Kangin, Desa Bungaya, Desa Jungutan, Desa Sibetan, Desa Ababi, Desa Abang, Desa Tista, Desa Subudi, dan Desa Besakih.

‘’Dengan diserahkannya 1.389 Sukma ini, buta aksara yang masih tersisa sebanyak 7.277 orang dari 14.498 hasil pendataan pada tahun 2015. Kendala yang dihadapi dalam penyelesaian buta aksara selain karena erupsi Gunung Agung juga dikarenakan pandemi Covid-19 saat ini,” terang Gusti Ngurah Kartika.

Ngurah Kartika menambahkan, Pemkab Karangasem telah menyiapkan anggaran sebesar Rp6,6 miliar lebih untuk 25.808 siswa. 017

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.