TABANAN – Menyikapi perkembangan situasi dan sesuai arahan pimpinan Polri, serta dalam rangka Program Prioritas Kapolri, Kapolres Tabanan, AKBP Mariochristy Panca Sakti Siregar, menyampaikan arahan khusus kepada para kapolsek jajaran Polres Tabanan dan para kasat. Salah satunya yakni pemberantasan praktik premanisme di masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan Kapolres dalam apel rutin di Lapangan Apel Polres Tabanan, Sabtu (12/6/2021).
“Ada tiga arahan pimpinan Polri yang harus disikapi, yaitu di wilayah tugas masing-masing kapolsek jajaran jangan sampai ada praktik premanisme dan pungli. Anggota Polres Tabanan jangan sampai ada yang tersangkut atau terlibat narkoba. Jauhi narkoba. Kalau sampai ada yang tersangkut kasus narkoba, tentu akan ada konsekuensi, dan ditindak tegas sesuai dengan ketentuan perundang-undangan,” tegasnya.
Mariochristy mengatakan, mewujudkan anggota Polri yang ‘Bersinar’ atau bersih dari narkoba, sadar, patuh, dan taat hukum, Polres Tabanan menggelar apel penandatanganan pakta integritas bersama.
Dalam pakta integritas tersebut ada tujuh poin yang harus ditaati dan diindahkan. Antara lain, sebagai anggota Polri wajib patuh dan taat terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, mengetahui dan memahami bahwa penyalahgunaan narkoba adalah perbuatan tercela dan melanggar hukum, berperan secara pro-aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di lingkungan kerja.
Selain itu, tidak akan melibatkan diri
baik langsung maupun tidak langsung terhadap penyalahgunaan narkoba, tidak akan
melakukan pelanggaran disiplin dan Kode Etik Profesi Polri. Juga berani melaporkan
dan membuat laporan polisi terhadap masyarakat yang
melakukan penyalahgunaan narkoba, sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan
yang berlaku, serta bila melanggar hal-hal tersebut siap menghadapi
konsekuensi.
“Jauhi narkoba, dekati prestasi. Sadar, patuh, dan taat hukum. Tidak melakukan pelanggaran hukum, tidak terlibat pengaruh narkoba, pencegahan dan pemberantasan korupsi. Semua itu mengingatkan sumpah kita sebagai anggota Polri,” tegas Mariochristy.
Dia pun mengingatkan jajarannya agar bijak dalam bermedia sosial. Tidak ada mengunggah konten-konten yang bernuansa kekerasan, ujaran kebencian, berbau SARA, pornografi, dan lainnya, yang dapat menurunkan citra institusi Polri,” tandas Mariochristy. gap
























