Kampanye Virtual, Opsi Terpaksa yang Diragukan Efektivitasnya

  • Whatsapp
IGN Jaya Negara saat kampanye daring dengan sasaran teman sekelasnya di SMAN 1 Denpasar angkatan 1985. Foto:Ist
IGN Jaya Negara saat kampanye daring dengan sasaran teman sekelasnya di SMAN 1 Denpasar angkatan 1985. Foto:Ist

LUPAKAN kenangan masa lalu ketika mendengar kata “kampanye”, maka yang terbayang adalah lautan massa memakai baju kaos bergambar paslon atau parpol tertentu. Massa meneriakkan yel-yel, asyik bergoyang karena diisi konser musik (biasanya dangdutan dan ini menu utama), dan serta, kalau beruntung, dapat uang transport. Itu dulu, sekarang masa pandemi Bung!

Untuk Pilkada 2020 di Bali, semua dilakukan virtual atau daring. Masalahnya, seberapa efektif kampanye lewat dunia maya itu? “Belum bisa diukur efektivitasnya dalam mempengaruhi pengetahuan atau tingkat partisipasi pemilih. Sebab, kampanye baru dimulai,” sebut dosen FISIP Unud, Ni Made Ras Amanda Gelgel, Rabu (30/9/2020).

Bacaan Lainnya

Dia pribadi memprediksi kampanye daring bisa efektif. Alasannya, mau tidak mau ini adalah satu-satunya cara menyampaikan visi-misi dan program paslon ke khalayak. Sebagai catatan, kampanye daring sebagai konsekuensi dihapuskannya kampanye terbuka Pilkada 2020 karena pandemi Covid-19. Kini, sebutnya, tugas paslon memastikan efektivitas kampanye tanpa pengerahan massa itu.

Jauh sebelumnya, kata dia, kampanye terbuka tidak lagi signifikan mendapat dukungan pemilih, dan trennya juga menurun. Esensi kampanye terbuka lebih kepada unjuk kekuatan pendukung, dan itu dirasa tidak relevan lagi dalam iklim demokrasi di Indonesia era kiwari. Justru terpenting saat ini adalah melihat kepada siapa paslon akan berkampanye virtual, dan dengan demikian media yang digunakan juga bisa disesuaikan dengan kebiasaan sasaran.

Baca juga :  Sukerana Lepas Lomba Cross di Pemuteran

“Misalnya ingin menyasar pemilih pemula atau anak muda, mereka itu akrabnya dengan Instagram, yang lebih tua pakai Facebook. Kenali objek tujuan komunikasi politik, pahami kebiasaan mereka, gunakan media yang sesuai,” pesannya.

Anggota KPU Bali, I Gede John Darmawan, berkata optimis kampanye daring bisa efektif. Menurutnya, dalam kondisi pandemi seperti sekarang, banyak orang memilih diam di rumah. Para karyawan dan pegawai juga ada kebijakan work from home alias bekerja dari rumah. Hal itu berarti kemungkinan mereka lebih banyak menggunakan gawai, dan mengakses media sosial.

“Karena orang main HP di rumah itu, kampanye daring bisa efektif. Sekarang bergantung paslon mengemas pesannya agar menarik orang untuk melihat atau menonton,” sebutnya.

IGN Jaya Negara selaku kandidat Wali Kota Denpasar mengaku baru belajar kampanye daring. Dia menyasar puluhan teman sekelasnya di SMAN 1 Denpasar angkatan 1985. “Astungkara lancar. Belajar kampanye daring,” tuturnya sembari mengirim sejumlah foto kegiatan.

Efektif atau tidaknya kampanye daring, kata I Wayan Mariyana Wandhira selaku Ketua Tim Pemenangan Amerta di Pilkada Denpasar, akan disikapi tim TI. Dia pribadi sangsi masyarakat mau meluangkan waktu hanya untuk mendengarkan visi-misi dan program kerja kandidat secara virtual. Karena itu, sebutnya, tanggung jawab terbesar tetap di tim pemenangan untuk meraih simpati, tidak mengandalkan strategi kampanye daring.

Kelemahan kampanye virtual, sambungnya, target menghadirkan peserta relatif sulit terwujud. Misalnya menarget 10 ribu audiens, yang hadir ternyata hanya 6.000. Hal-hal semacam ini merupakan bahan evaluasi bagi tim TI, minimal target audiens bisa tercapai.

Baca juga :  Denpasar Tambah 17 Kasus Positif Covid-19, Pasien Sembuh Bertambah 2 Orang

Meski begitu, Amerta sebagai penantang dilihat lebih diuntungkan dengan kampanye daring. Sebab, kesempatan dan frekuensi kampanye sama, serta tidak ada intervensi pengumpulan massa juga. “Ukuran keberhasilan kampanye terbuka itu kan kehadiran massa, jadi saat ini saya kira tidak bisa seperti itu lagi,” lugas Ketua DPD Partai Golkar Denpasar tersebut. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.