Kampanye Tanpa Baliho Jadi Tantangan Parpol, Materi Sosialisasi KPU Mesti Beragam

  • Whatsapp
RIUNG media dan diskusi strategi sosialisasi Pilkada Denpasar 2020 yang digelar KPU Denpasar di Sanur, Rabu (29/7/2020). Foto: Ist
RIUNG media dan diskusi strategi sosialisasi Pilkada Denpasar 2020 yang digelar KPU Denpasar di Sanur, Rabu (29/7/2020). Foto: Ist

DENPASAR – Gagasan untuk melakukan pemilu ramah lingkungan (green election) kembali disuarakan Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, Rabu (29/7/2020). Isu pelestarian lingkungan dengan meniadakan baliho berbahan plastik pada masa kampanye menjadi sentralnya. Hal ini sekaligus tantangan bagi parpol untuk berinovasi menarik perhatian publik.  

Menurutnya, selama ini kampanye dengan baliho plastik tidak terlalu efektif sebagai upaya parpol menarik perhatian khalayak, terutama kaum muda. Kata dia, dalam suatu diskusi daring bersama mahasiswa salah satu kampus di Denpasar, mereka diajukan pertanyaan tentang efektivitas kampanye oleh parpol. “Saya tanya lebih efektif mana, pakai baliho atau film pendek? Hampir semua memilih film pendek,” cetusnya dalam riung media dan diskusi strategi sosialisasi pilkada oleh KPU Denpasar di Sanur, Densel tersebut.

Baca juga :  Hadapi Corona, Golkar Dorong Pemerintah Pakai Dana Darurat

Lidartawan tak memungkiri, Peraturan KPU memang mengizinkan kampanye menggunakan baliho, spanduk dan media luar ruangan lain. Termasuk yang berbahan plastik. Ini berarti jika kampanye baliho dipilih parpol, KPU juga tak bisa melarang. Namun, dengan spirit menjaga lingkungan dari sampah plastik, dia berpendapat pilkada ramah lingkungan layak diterapkan kali pertama di Bali.

Selain itu, sambungnya, gagasan itu mestinya dilihat sebagai tantangan kreativitas parpol melahirkan kampanye yang baru dan segar. Antara lain membuat film pendek mengenai kandidat yang dijagokan. Dengan begitu publik lebih luas dan dalam mengenal sosok yang berkontestasi, tidak sekadar tahu nama dan wajahnya saja yang dipampang di tepi jalan. “Saya pikir ini waktunya parpol lebih kreatif menyampaikan pesan kampanye ke publik, terutama untuk lebih mudah diserap generasi muda,” lugasnya.  

Baca juga :  BPOM Bagi Resep Pangan Aman Selama Masa Pandemi Covid-19

Sebagai bentuk merintis pemilu hijau itu, dia menginstruksi jajaran KPU se-Bali untuk tidak lagi menyuguhkan minuman berwadah plastik pada saat rapat. KPU Denpasar yang ditunjuk menjadi perintis “proyek” tersebut. “Teman-teman KPU Denpasar siap ya?” serunya seraya menunjuk Ketua KPU Denpasar, I Wayan Arsajaya, yang duduk di jejeran peserta.

Terkait strategi sosialisasi, akademisi FISIP Unud, Ras Amanda Gelgel, menilai bagaimana komunikasi yang dijalankan KPU sangat berperan dalam diterima khalayak. Karena pemilih terdiri dari golongan usia berbeda, sebutnya, materi pesan juga mesti menyesuaikan dengan target yang disasar. Sebagai mediumnya, kata dia, saat ini terdapat banyak aplikasi di internet yang bisa dipakai, termasuk mengoptimalkan situs web dan media sosial resmi KPU.

Baca juga :  Partai Demokrat Peduli Tim Medis Covid-19

“Salah satunya TikTok yang banyak peminat, karena durasinya singkat dan pesannya mudah diterima. Yang penting kontennya harus konstan, karena itu akan ditunggu audiens, selain berguna untuk keperluan dibaca algoritma di internet,” terang dosen komunikasi politik tersebut.

Arsajaya menambahkan, riung media dilakukan sebagai wahana untuk makin dekat dengan para jurnalis yang bergelut di liputan politik. Selain itu, KPU juga ingin menggali pelbagai perspektif dari media terkait strategi sosialisasi Pilkada Denpasar 2020. “Kami senang dan mengapresiasi antusiasme teman-teman media untuk hadir dan memberi masukan kepada kami. Dukungan ini menambah optimisme kami sebagai penyelenggara,” tandasnya. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.