DENPASAR – Kendati fisik gedung belum dibangun, namun SMAN 9 dan 10 Denpasar, sudah mulai menerima Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2020/2021. Di mana untuk sementara waktu hingga gedung selesai dibangun, para siswa baru ditampung di SMAN 6 Denpasar untuk SMAN 9 Denpasar sebanyak tiga rombel, serta di SMAN 5 Denpasar untuk SMAN 10 Denpasar sebanyak empat rombel.
Kepala SMAN 5 Denpasar, Made Sudha mengaku siap, dan telah menyediakan ruang untuk menampung siswa SMAN 10 Denpasar. ‘’Ruang kelas sudah kami siapkan. Namun dari segi tenaga pendidik perlu bantuan,’’ katanya, Jumat (15/5).
Kendatipun menambah ruang kelas, pihaknya pun tidak akan melakukan dobel sif dalam tahun ajaran ini. Pasalnya, ruang kelas sudah cukup untuk menampung siswa baru SMAN 10 Denpasar. ‘’Untuk kesiapan guru, kami akan membicarakan terlebih dahulu dengan teman-teman disini. Tapi pasti akan ada kiriman guru dari Dinas ke sini untuk mengajar siswa baru ini,’’ ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 6 Denpasar Nyoman Muditha saat dihubungi melalui sambungan telpon mengungkapkan bahwa pihaknya terpaksa menyulap ruang lab menjadi ruang kelas untuk siswa baru SMAN 9 Denpasar itu. Kendatipun demikian, pihaknya mengungkapkan kendala yang dihadapi adalah tenaga pendidik.
‘’Kondisi guru kalau memang kurang, kita akan usahakan minta ke dinas. Saat ini kan guru juga banyak yang pensiun, dan itu sudah saya sampaikan ke Dinas,” ungkapnya seraya mengatakan, seharusnya gedung terlebih dahulu dibangun kemudian baru menerima siswa baru.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Disdikpora) Provinsi Bali IKN Boy Jayawibawa mengingatkan kepada para kepala sekolah tentang pengabdian untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa. “Kami tentu sudah mempersiapkan skema terkait tenaga pendidik. Jadi, tidak usah khawatir akan kekurangan guru untuk siswa sekolah baru ini,” jelasnya.
Ditambahkannya, kebijakan membangun sekolah baru ini adalah untuk menampung animo masyarakat yang ingin putra-putri mereka melanjutkan di sekolah negeri. “Jadi, bapak gubernur membuat kebijakan membangun sekolah baru untuk menjawab itu, sehingga tidak usah dikhawatirkan. Karena, dari pengalaman sebelumnya, juga melakukan seperti itu. Tampung terlebih dahulu, kemudian baru membangun gedung oleh Dinas Pekerjaan Umum,” tandasnya.
Untuk diketahui, selain akan membangun SMAN 9 Denpasar yang terletak di Tohpati dan juga SMAN 10 Denpasar yang rencananya dibangun di Serangan, Densel, Pemerintah Provinsi Bali juga telah membuat sekolah baru lainnya, yakni SMAN 1 Abang, SMKN 2 Kubu, dan SMKN 2 Tejakula. Di mana semua sekolah itu diperuntukkan untuk menjawab animo masyarakat yang tinggi terhadap sekolah negeri, dalam upaya meminimalisir terjadi riak-riak dalam PPDB. alt
























