Judo PON XXI : Bali Tambah 1 Emas Melalui Penampilan Si Kembar Sukerti dan Suwitri

JUDOKA si kembar Bali, Ni Made Sukerti dan Ni Nyoman Suwitri memperlihatkan medali emas yang diraih pada PON XXI yang digelar di Gelanggang Universitas Syiah Kuala (USK) Kota Banda Aceh, Jumat (13/9/2024). foto: dok

POSMERDEKA.COM, BANDA ACEH – Kontingen Bali menambah 1 emas dari cabor judo di nomor Ju No Kata melalui penampilan si kembar, Ni Made Sukerti (19) dan Ni Ni Nyoman Suwitri (19), pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024. Sebelumnya Bali meraih emas yang dipersembahkan Gede Ganding Kalbu Soethama di kelas -100kg putra.

Bertanding di Gelanggang Universitas Syiah Kuala (USK) Kota Banda Aceh, Jumat (13/9/2024), Sukerti/Suwitri berhasil mengumpulkan poin tertinggi saat berlaga di nomor Ju No Kata.

Bacaan Lainnya

Meski baru kali pertama ikut PON, pasangan remaja ini mempersembahkan satu medali emas tambahan untuk kontingen Bali dari nomor sero Ju No Kage. “Kami senang sekali meraih prestasi ini, meski gugup saat bertanding kami mencoba tetap tenang dan percaya diri saat bertanding,” kata Ni Made Sukerti, usai laga.

Anak dari pasangan I Wayan Budhiya dan Ni Luh Nyoman Ariartini mengaku lawan yang dihadapi sangat berat dan memiliki pengalaman berlaga di ajang multi cabang olahraga.

“Kami bersyukur dapat keluar menjadi yang terbaik,” imbuh Sukerti yang mengaku bersama adiknya, mulai berpasangan dalam kategori Ju No Kata ini sejak tahun 2020 dan terus berlatih di pertandingan judo di PON ini.

Keduanya mengatakan dalam menghadapi PON Aceh-Sumut ini melakukan persiapan sejak jauh-jauh hari. “Kami persiapan sejak Januari dan dua bulan sebelum PON Aceh-Sumut kami ikut karantina di Bali selama dua bulan,” kata dia.

Pertandingan Ju No Kata cabang olahraga judo diikuti 10 daerah dan empat daerah lolos ke partai final. Keempat tim yang berlaga di partai final Ju No Kata yakni Banten, Bali, Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Banten diperkuat Putri Dhamma-Intan Oktaviani , Ni Made Sukerti – Ni Nyoman Suwitri memperkuat Bali. Selanjutnya Jawa Barat diperkuat Puspita Dewi-Yashinta dan Jawa Tengah diperkuat Lie Grace -Chyntia Trubus Oktaviani

Kemudian dewan hakim memberikan nilai dan menyatakan pasangan Ni Made Sukerti- Ni Nyoman Suwitri yang berhasil meraih poin tertinggi sebesar 373. Nilai tersebut di atas pasangan Jawa Barat Puspita Dewi-Yashinta yang berhasil meraih poin 367 dan pasangan atlet Jawa Tengah Lie Geace -Chyntia Trubus Oktaviani dengan poin 366,5.

Ni Nyoman Suwitri menambahkan hasil ini menjadi kebanggaan bagi mereka dan keluarga. Dia mengucapkan terima kasih kepada keluarga, sense, teman dan orang yang mendukung mereka untuk meraih prestasi ini. Dirinya berharap ke depan ada kesempatan bergabung dengan Pelatnas dan berlaga di ajang internasional seperti SEA Games.

“Kami belum tergabung dengan pelatnas dan tentu harapan itu ada. Kami akan terus berjuang dan berlatih untuk meningkatkan kemampuan dan mempertahankan capaian yang ada saat ini,” kata Suwitri, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.

Sementara itu, Manajer tim judo PON Bali, I Nengah Sudiartha mengatakan medali emas disabet judoka Ni Made Sukerti dan Ni Nyoman Suwitri, merupakan kejutan besar.

“Ini sebuah kejutan, karena nomor seni baru dipertandingkan di PON kali ini. Yang lebih spesialnya lagi, keberhasilan Bali ini mengalahkan peserta yang justru latihannya sampai ke luar negeri, sedangkan kami hanya di Bali saja,” kata Sudiarta. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses