Jembrana Galakan Pokdarwis Ambenan Ijogading

  • Whatsapp
WISATA yang dibangun Pokdarwis Ambenan Ijogading, Kelurahan Loloan timur, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana. Foto: man
WISATA yang dibangun Pokdarwis Ambenan Ijogading, Kelurahan Loloan timur, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana. Foto: man

JEMBRANA – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) memiliki peran yang sangat strategis dalam meningkatkan sektor pariwisata di daerah untuk kepentingan desa/kelurahan. Bahkan, sejauh ini, potensi wisata di Gumi Makepung Jembrana terus digalakan. Seperti wisata di bantaran sungai Ijogading di Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana yang dikelola Pokdarwis Ambenan Ijo Gading.

Terbentuknya pokdarwis Ambenan Ijo Gading ini berawal dari kelompok remaja Loloan Timur yang bergerak mengkampanyekan kebersihan sungai yang terus tercemar. Melihat Potensi sungai Ijogading yang memungkinkan untuk menjadi daya tarik wisata, sehingga anak muda Loloan membuat serta menata Pinggiran Sungai Ijogading agar menjadi tempat yang menarik. “Dengan adanya penataan dan membersihkan aliran sungai ini sehingga warga sekitar merasa malu untuk membuang sampah kesungai. Dan pada saat ini kita juga masih terus melakukan penataan agar pengunjung merasa lebih nyaman” ungkap Ketua Pokdarwis yang juga kreator Ambenan Ijogading, Ahmad Mustaqim didampingi Kaling Loloan Timur, Muztahidin.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut Ahmad Mustaqim mengatakan, luas Ambenan Ijogading ini sekitar 10 Are yang merupakan wisata alternatif yang dibangun secara swadaya oleh remaja Loloan Timur. Perlahan-lahan akhirnya terwujud Ambenan Ijoading, yakni sebuah tempat rekreasi berbahan bambu dan berlokasi di tepi Sungai Ijogading. Selain tempat rekreasi untuk selfie, dibangunnya lokasi di tempat itu, untuk menggalakan kebersihan terutama kebersihan sungai yang selama ini sering jadi sorotan. 

Baca juga :  LIB Usulkan Penonton Dihadirkan Bertahap di Stadion

“Awalnya, lahan ini merupakan lahan kosong. Bahkan, dulu menjadi tempat pembuangan sampah. Namun berkat perjuangan remaja Loloan Timur yang semangat untuk menata pinggiran sungai secara swadaya. Selain sungai, Loloan Timur juga memiliki Kekayaan Adat Budaya, Seni dan Tradisi, seperti Rumah Panggung, Makam Wali Pitu yang sering dikunjungi Masyarakat Lokal maupun Nasiona,” jelasnya

Sebelumnya lokasi Ambenan Ijogading ini sempat terkena musibah banjir sehingga merusak penataan tempat rekreasi alternatif tersebut yang terjadi di Bulan Mei 2019 lalu. Seluruh bangunan bambu sebelumnya yang telah terangkai cantik dan bagus, hanyut diterjang banjir. Meskipun dengan biaya terbatas dibantu beberapa donatur, Ambenan Ijogading, perlahan-lahan terbangun kembali, meskipun masih banyak kekurangan sarana yang belum terpasang. “Sekarang ini dalam upaya penataan, yang digarap secara swadaya. Bahkan, lokasi ini merupakan salah satu Program di Kelurahan Loloan Timur dalam melakukan kampanye kebersihan sungai dan lingkungan sekitarnya. Tentunya taman kreatif bernilai edukasi ini menjadi tempat yang menarik untuk masyarakat. Bahkan besar harapan lokasi ini menjadi semakin menarik dengan ragam inovasi yang dibangunnya,” tuturnya

Bahkan, Mustaqim juga mengatakan, melalui kampung KB dan kelompok BKP (Bina Keluarga Balita), Ambenan Ijogading mendapat bantuan sarana mainan anak, penghijauan. “Harapan kami tentu harus  bersinergi dengan dinas terkait khususnya bidang pariwisata dalam memajukanJembrana sebagai salah satu tempat rekreasi  yg keren di Jembrana,” harapnya 

Baca juga :  Hikmah Isu Kudeta, AHY Dinilai Bikin Solid Partai

Adapun kendala yang paling utama sementara ini adalah akses jalan menuju Ambenan Ijogading. Pentingnya lagi perlu kembali Joging Track atau lintasan jalan ditepi Sungai Ijogading. Tidak hanya itu, perlu ada perbaikan senderan tepi sungai dan lainnya, termasuk sarana penerangan serta sambungan jaringan WiFi. “Sementara di massa pandemi Covid-19 sekarang ini, segala aktivitas mulai jarang dilakukan. Jika ada kegiatan tetap menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya

Untuk itu, bagi masyarakat Jembrana pada kususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya  diharapkan tidak jauh-jauh mencari tempat hiburan atau sekedar melepaskan penat untuk berwisata bersama keluarga. “Jangan jauh jauh ayo datang ke Ambenan Ijogading sambil menaiki sampan. Selain itu juga terdapat taman rekreasi bermain untuk anak-anak serta terdapat beberapa jajanan kuliner seputaran Loloan Timur,” pungkasnya

Bangun Ruang Baca 

Meskipun masih dalam massa pandemi Covid-19 dengan ditambahkannya pemberlakuan PPKM, para remaja Loloan Timur ini masih tetap semangat kreafif, upaya untuk membangun tempat berekreasi di desanya, tampaknya tidak pernah surut dilakukan oleh para remaja loloan Timur.

Selain diwarisi bangunan budaya seperti rumah-rumah panggung dan bahasa khas melayu loloannya, di Kelurahan sebelah timur Sungai Ijogading ini, selain membangun taman rekreasi Ambenan Ijogading,  yang lebih dekat dengan lingkungan serta diminati para anak anak muda atau kaum milineal juga membangun ruang baca.

Ahmad Mustaqim mustakim mengatakan, dalam kondisi pandemic seperti saat ini, pihaknya bersama remaja hingga kini, masih terus berbenah dalam melakukan penataan dan teranyar sedang membangun tiga unit ruangan dengan struktur bangunan mini yang salah satunya ruang baca.  “Kami kini sedang merenovasi stage panggungnya dengan dibangun lebih kokoh. Untuk ruang baca, dirancang dan di konsep lebih apik. Tentu ini perlu anggara beli bahan. Terhadap buku anak-anak, akan dipikirkan selanjutnya termasuk konsep teknis pelaksanaannya nanti,” jelasnya. man

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.