Jembatan Tukad Butus-Tukad Pedih Ditarget Selesai Desember

  • Whatsapp
BUPATI Karangasem, I Gede Dana, saat inspeksi ke proyek pembangunan jembatan Tukad Embah Api, Desa Butus, Bhuanagiri, Kecamatan Bebandem, Senin (15/11/2021). Foto: ist

KARANGASEM – Sempat kecewa dengan kualitas proyek jalan Pemuteran-Puragai di Kecamatan Rendang, Bupati Karangasem, I Gede Dana, melanjutkan inspeksi ke proyek pembangunan jembatan Tukad Embah Api, Desa Butus, Bhuanagiri, Kecamatan Bebandem, Senin (15/11/2021).

Inspeksi ini sekaligus memantau proyek peningkatan ruas jalan Budakeling-Tanah Aron oleh CV Sumber Jadi dengan nilai kontrak Rp3,886 miliar lebih.

Bacaan Lainnya

Hujan deras dan air bah di sekitar lokasi proyek, tidak menghalangi Bupati Dana memantau pengerjaan proyek tersebut. Seperti sidak di proyek-proyek lainnya, Dana mengecek secara cermat spek dan bestek proyek jembatan dengan disesuaikan buku kontrak kegiatan.

Jembatan ini sangat ditunggu masyarakat, karena menjadi jembatan penghubung akses ekonomi dan pendidikan warga beberapa dusun di lereng atas Gunung Agung. Misanya Dusun Kemoning, Dusun Nangka dan Dusun Tanah Aron. Selain itu, juga menjadi jembatan penghubung jalur evakuasi warga jika terjadi erupsi Gunung Agung.

Usai di Kecamatan Bebandem, Dana melanjutkan kegiatan monitoring ke lokasi proyek pembangunan jembatan box culvert Tukad Pedih yang menghubungkan ruas jalan Asak-Subagan, Kecamatan Karangasem. Proyek ini senilai Rp1,212 miliar lebih dengan pelaksana CV Karya Budi Arta.

Sama halnya dengan Jembatan Tukad Bah Api, keberadaan jembatan Tukad Pedih juga sangat vital. Sebab, selain menjadi akses ekonomi dan pendidikan warga, jembatan itu juga menghubungkan jalan lingkar Subagan-Asak yang menjadi jalur alternatif jika terjadi kemacetan di jalur utama Bugbug-Perasi.

Baca juga :  DPRD Karangasem Setujui Ranwal RPJMD Semesta Berencana

Dana menguraikan, kedua jembatan ini sangat penting bagi akses masyarakat, tentu saja sama dengan jembatan-jembatan lainya. Namun, di tengah keterbatasan anggaran akibat dampak Covid-19, penyelesaian jembatan harus dilakukan satu per satu.

Jembatan yang dibangun dengan mempergunakan uang rakyat ini harus tetap diawasi, karena dia mengatakan tidak ingin pembangunan jembatan dilakukan asal-asalan.

“Setiap ada kesempatan saya selalu memantau pengerjaan proyek ini. Astungkara, pengerjaan kedua jembatan sudah hampir rampung 80 persen. Jika tidak ada halangan, pertengahan Desember nanti sudah bisa dimanfaatkan masyarakat,” tutupnya. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.