Jelang MotoGP Mandalika 2021, NTB Tertarik Adopsi Kawasan Industri Halal Jatim

  • Whatsapp
GUBERNUR NTB, Zulkieflimansyah (kiri) saat bersama Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. Foto: ist
GUBERNUR NTB, Zulkieflimansyah (kiri) saat bersama Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. Foto: ist

MATARAM – Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, menemui Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Jumat (5/2/2021). Dalam pertemuan itu, kedua kepala daerah menyepakati akan saling bekerjasama dalam bidang perdagangan menyusul Provinsi NTB bakal menggelar event MotoGP Mandalika tahun ini.

‘’Tentu event akbar dunia ini tidak bisa hanya NTB saja yang bekerja sendiri. Makanya, kami butuh dukungan dari daerah lainnya seperti Provinsi Jatim setelah sebelumnya hal serupa juga kami lakukan dengan Provinsi Bali dan Jawa Barat,’’ kata Gubernur Zulkieflimansyah, Minggu (7/2/2021).

Bacaan Lainnya

Sementara itu, saat menemui Gubernur NTB, Gubernur Khofifah menyempatkan mempromosikan pengembangan Kawasan Industri Halal (KIH) di Jawa Timur yang diperuntukkan Industri Kecil Menengah (IKM). KIH ini merupakan pengembangan kawasan industri di Safe N Lock yang berdiri di atas lahan seluas 410 hektar di Sidoarjo. Lahan KIH ini direncanakan mencapai 148 hektare. KIH dikelola PT Makmur Berkah Amanda.

Menurut Khofifah, KIH adalah suatu area yang dikhususkan untuk produksi dan tempat penyimpanan produk halal. Integritas suatu produk halal dijamin oleh kawasan melalui sistem dan prosedur halal yang ketat.  ‘’Rencananya, kawasan ini akan diluncurkan sekitar minggu kedua Februari. KIH bisa juga menyuplai kawasan Mandalika,’’ ungkapnya.

Baca juga :  Bawaslu Sampaikan Catatan untuk KPU Tabanan Terkait Proses Coklit

Khofifah menjelaskan, kawasan ini diharapkan mampu mendorong perkembangan industri produk halal di Indonesia. Harapannya, KIH bisa menjadikan pelaku IKM semakin bermartabat. Apalagi Provinsi Jatim backbone ekonominya yang berasal dari UMKM hampir mencapai  57 persen.

‘’Kawasan ini berada di wilayah Sidoarjo cukup luas dan rapi. Ini disiapkan untuk IKM. Bangunannya dibuat 6 x 12 meter. Silakan Pak Gubernur, timnya bisa mengunjungi Kawasan Industri Halal mumpung lagi di Jatim,’’ jelas Khofifah.

Ia juga  menjelaskan, dengan masih besarnya kebutuhan masyarakat Indonesia akan produk halal yang masih banyak dipenuhi dari impor, maka menjadi peluang bagi Jatim untuk bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Lebih lanjut disampaikannya, KIH ini memiliki fasilitas seperti sertifikasi halal, laboratorium halal, dan segala sesuatu terkait penguatan IKM. Khususnya yang berbasis kawasan industri halal.

‘’Semua fasilitas ini untuk mendorong UKM dan IKM agar dipastikan kehalalannya dan  tembus ekspor. Sekarang ini yang disiapkan khusus bagi pelaku IKM, tentu bisa menjawab bahwa pelaku IKM/ IKM dapat mewujudkan mimpinya untuk memiliki tempat produksi atau pabrik,’’ kata Khofifah.

Sementara itu, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, menyatakan ketertarikannya terhadap KIH Jatim. Pemprov NTB akan belajar dalam mengelola KIH seperti di Jatim. ‘’Kami ingin belajar juga banyak dari Ibu Gubernur tentang Kawasan Industri Halal, dan banyak hal yang lain,’’ jelasnya.

Ia berharap, ke depan bisa semakin bersinergi antara NTB-Jatim. Para pengusaha dari Jatim akan disediakan lingkungan yang cukup nyaman di NTB. Terutama untuk bisnis yang membutuhkan relokasi yang lebih murah tenaga kerja dan mampu memaksimalkan sumber daya yang dimiliki NTB.

Baca juga :  Pelantikan Paslon Terpilih Dipastikan Diundur, Pj Sekda Diizinkan Jabat Plh Kepala Daerah

‘’Mudah-mudahan kolaborasi dan sinergi seperti ini bisa terus kami lanjutkan di masa yang akan datang,’’ tandas Bang Zul. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.