Bangli Panen Perdana Lele Sistem Bioflok

  • Whatsapp
DINAS Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Bangli melakukan panen perdana demplot budidaya ikan lele dengan sistem bioflok. Foto: gia
DINAS Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Bangli melakukan panen perdana demplot budidaya ikan lele dengan sistem bioflok. Foto: gia

BANGLI – Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Bangli melakukan panen perdana demplot budidaya ikan lele dengan sistem bioflok. Panen perdana di Kelompok Budidaya Ikan (Pondakan) Harapan Jaya di Desa Apuan, belum lama ini mencapai 515 kg. 

Kadis PKP Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, Minggu (7/2/2021) mengatakan, budidaya lele dengan teknologi bioflok ini adalah demplot bantuan Direktorat Jenderal Pembudidayaan KKP. “Penebaran benih dilakukan tanggal 30 September 2020, dan kemarin kami laksanakan panen perdana,” ucapnya.

Bacaan Lainnya

Menyinggung pertumbuhan lele, kata dia, cukup bagus dengan ukuran 6-7 ekor per kilonya.  Karena ini baru kali pertama, kata dia, petani pembudidaya masih perlu melakukan berbagai pembenahan agar pertumbuhan lele bisa lebih maksimal. “Hasil panen kemarin langsug diambil penyedia benih dengan harga 17 ribu per kilo,” ungkapnya.

Lebih lanjut dipaparkan, kelompok ini mendapat bantuan demplot budidaya lele sebanyak delapan unit kolam, dengan kapasitas per kolam mencapai 5.000 ekor. Sementara untuk panen perdana mencapai 515 kg, dan masih ada sisa sekitar 15 ribu ekor. “Kami belum bisa mengatakan untung atau merugi, karena panen dilakukan secara bertahap,” bebernya.

Sesuai kontrak yang ditandatangani, urainya, budidaya lele ini berdurasi lima tahun. Jika hasilnya bagus budidaya lele akan terus dikembangkan ke kelompok tani lainnya. Untuk tahun 2021 bantuan demplot baru menyasar tiga kelompok, yakni di Apuan Kaja, Kelompok Tani Ikan di Tambahan, dan Kelompok Tani Ikan di Desa Songan. Khusus untuk di Desa Songan jenisnya budidaya ikan nila.

Baca juga :  395 KK di Desa Adat Saba Terima Bantuan Sembako

“Prospek pemasaran budidaya lele sejatinya sangat bagus. Kami saat ini mendapat pesaing dari daerah Jawa. Jika masyarakat jeli mengambil peluang, niscaya kebutuhan lele di Bangli akan terpenuhi, tidak lagi mengandalkan pasokan dari luar Bali,” ulasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.