Jelang Galungan, Harga dan Permintaan Babi Tinggi

  • Whatsapp
PETERNAK babi di wilayah Gianyar. Menjelang Hari Raya Galungan, permintaan daging babi dipastikan tetap tinggi. foto: adi

GIANYAR – Menjelang Hari Raya Galungan, permintaan daging babi dipastikan tetap tinggi, sehingga peternak akan merasakan hasilnya. Meski saat ini harga daging babi relatif tinggi, hampir setiap hari ada saja kenaikan harga.

Di pasar-pasar tradisional, pedagang beralasan sulit mendapat babi, karena itu harga daging babi super mencapai Rp80 ribu per kilogram. Dengan tren harga ini, peternak babi di Kabupaten Gianyar, Bali, diprediksi akan menikmati keuntungan dari penjualan babi potong.

Bacaan Lainnya

Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar, Ngakan Putu Ready, Jumat (26/3/2021) mengatakan, populasi babi di Gianyar saat ini berkisar 87.000 ekor. Jumlah ini konstan tidak mengalami kenaikan dibanding Hari Raya Galungan sebelumnya pada tujuh bulan lalu. “Biasanya menjelang Galungan jumlah babi potong naik sampai lima persen,” jelasnya.

Lebih jauh diuraikan, peternakan babi saat ini masih didominasi di tiga kecamatan yakni Payangan, Tegalalang dan Tampaksiring. Untuk per kilo daging babi potong harga berkisar di antara Rp40 ribu sampai Rp 50 ribu, dan ini membuat harga daging kemungkinan di atas Rp80 ribu.

Untuk masalah harga, dia mendaku instansinya tidak bisa mengeluarkan kebijakan agar penjualan sesuai harga eceran tertinggi (HET). “Belum ada mekanisme untuk itu. Yang berlaku itu hukum ekonomi, suplay and demand (penawaran dan permintaan),” terangnya.

Baca juga :  Wabup Ajak Pegawai Tuntaskan RPJMD Semesta Berencana 2016-2021

Meski tidak bisa mengatur harga, dia berharap baik pedagang besar dan pedagang daging babi agar tidak memanfaatkan momentum ini untuk mencari keuntungan yang tinggi. Alasannya, saat ini masa pandemi, situasi ekonomi sulit. Karena itu dia mengimbau daging babi dijual dengan harga wajar, jangan mencari keuntungan terlalu tinggi.

Dana Wira, salah satu peternak babi asal Buahan, Payangan, berkata tingginya harga babi potong disebabkan harga bibit babi naik sampai lima persen. Rata-rata peternak rumah tangga memelihara 10 ekor babi.

Sedangkan peternak besar dengan kisaran jumlah antara 50 sampai 200 ekor. “Kami berharap harga tetap stabil seperti saat ini, sehingga biaya pakan dan pokok pembelian bibit tertutupi,” ucapnya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.