POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, mengingatkan para guru di Kota Denpasar dapat menjaga netralitas dalam pelaksanaan tahapan kampanye Pemilu 2024, yang dimulai 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024. “Para guru harus bersikap netral. Tugas para guru memberi pelayanan pendidikan kepada masyarakat,” kata Jaya Negara saat menghadiri puncak Peringatan HUT ke-78 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) 2023 di Kota Denpasar, yang dipusatkan di SMK PGRI 3 Denpasar, Senin (27/11/2023).
Menurut Jaya Negara, semua pihak di Denpasar harus dapat menjaga Pemilu 2024 berjalan aman dan damai. Terlebih Kota Denpasar sebagai daerah pariwisata, sehingga keamanan dan kedamaian dalam Pemilu sangat dibutuhkan. “Pemilu dan pemilihan kepala daerah terus terulang setiap lima tahun. Jadi, kita harus sudah biasa menghadapi pesta demokrasi ini dengan penuh kebersamaan,” pesannya.
Karena itu, dia berharap tidak hanya peserta Pemilu yang dapat menjaga komitmen agar Denpasar tetap damai, tapi semua pihak, termasuk pentingnya peran guru, untuk menjaga netralitas.
Penegasan senada disampaikan Ketua PGRI Kota Denpasar, I Ketut Suarya. PGRI Kota Denpasar menegaskan sikap netral pada Pemilu 2024, karena dalam AD/ART, PGRI tidak berafiliasi dengan partai politik mana pun. “Guru adalah profesi yang profesional dan independen. Artinya, ikuti aturan pemerintah, jangan ada yang macam-macam,” tegasnya.
Dia menambahkan, PGRI mengimbau para guru yang berstatus aparatur sipil negara untuk pandai menjaga diri. Suarya menjelaskan, anggotanya terdiri dari guru ASN dan non-ASN. Masing-masing memiliki hak untuk memilih dalam Pemilu mendatang.
Suarya berujar sampai saat ini belum membentuk tim khusus yang memantau guru selama hajatan kampanye Pemilu 2024. “Saya rasa guru itu cerdas-cerdas, dia tahu mana yang baik, mana yang terbaik untuk dirinya dan untuk kita semua,” paparnya.
“Perlu ditekankan di sini, sekarang sekadar foto dengan kode di tangan bisa mendapat peringatan dan masuk ranah pelanggaran. Jadi, harus berhati-hati, terutama di media sosial (medsos),” pintanya mengingatkan. tra























