Jaya Negara Buka Lomba Bapang Barong Ket dan Mekendang Tunggal

  • Whatsapp
WALI Kota Jaya Negara (tengah) bersama Wawali Arya Wibawa, Ketua DPRD Denpasar, I Gusti Ngurah Gede dan Sekda IB Alit Wiradana nyolahang punggelan barong, saat membuka membuka Lomba tari bapang barong ket dan mekendang tunggal, di Dharma Negara Alaya, Rabu (17/11/2021). foto: ist

DENPASAR – Pemkot Denpasar melalui Dinas Kebudayaan menggelar Lomba Tari Bapang Barong Ket dan Mekendang Tunggal Remaja. Lomba untuk menjaring bibit-bibit seniman di Kota Denpasar ini dibuka Wali Kota Denpasar, IGN. Jaya Negara, di Dharma Negara Alaya, Denpasar, Rabu (17/11/2021) sore.

Pembukaan ditandai dengan nyolahang punggelan barong oleh Wali Kota Jaya Negara bersama Wakil Wali Kta Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede dan Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana.

Bacaan Lainnya

Lomba akan berlangsung hingga Kamis (18/11/2021) dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Dalam kesempatan tersebut, turut dipentaskan Tari Lengong Tri Sakti dan eksibisi Tari Barong oleh seniman I Wayan Wardana bersama seniman cilik tari barong.

Disela-sela lomba, Jaya Negara mengatakan, tari bapang barong ket dan mekendang tunggal di era sekarang ini sangat digandrungi generasi muda di seluruh Bali termasuk Denpasar.

Karena itu, Pemkot Denpasar menggelar lomba ini guna memberikan pembinaan dan pengembangan sekaligus pelestarian sebuah kesenian sakral khususnya tari barong.

Selain itu, lomba ini untuk memberikan kesempatan kepada para generasi muda menujukkan tehniknya serta memanfaatkan olah kreativitas tangan dalam permainan kendang.

Baca juga :  Sudah Pernah Dirazia, Balik Lagi Melanggar Parkir

Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, diharapkan anak muda Kota Denpasar tidak berhenti kreatifitas. Sehingga lomba ini dapat menjadi program padat karya berbasis seni budaya dan kreatifitas. Jaya Negara juga mengapresiasi antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan ini.

“Sebagai Kota yang heterogen, lomba ini diikuti peserta yang lumayan banyak, nantinya pemenang lomba akan terus dilaksanakan pembinaan untuk disiapkan sebagai Duta Kota Denpasar, kami bangga melihat anak-anak muda tetap berkreatifitas dan tidak kehilangan jati diri,” ujarnya.

Plt. Kadisbud Kota Denpasar, AA Gde Risnawan didampingi Kabid Kesenian, Dwi Wahyuning Krsitiansanti dan Kasi Pementasan dan Promosi, I Wayan Narta saat menjelaskan, secara teknis tari barong ket dan mekendang tunggal merupakan sebuah bentuk pementasan yang berpasangan dan saling keterkaitan.

Pelaksanaan lomba kali ini bersifat terbuka untuk generasi muda Kota Denpasar dengan peserta maksimal 24 pasang Juru Kendang dan Juru Bapang Barong Ket.

Lebih lanjut dijelaskan, nantinya pelaksanaan lomba akan menggunakan format berpasangan. Namun demikian, pemilihan juara akan dipisahkan antara Tari Barong Ket dan Mekendang Tunggal. “Jadi lomba kali ini dikhususkan bagi generasi muda Kota Denpasar yang berusia 15 – 25 Tahun,” jelasnya.

Wayan Narta menambahkan, peserta yang sudah pernah mewakili Kota Denpasar dalam ajang Pesta Kesenian Bali tidak diperkenankan mengikuti lomba.

Adapun materi Tari Bapang Barong Ket yang ditampilkan yakni pepeson gilak bebarongan (Petopengan/Bebarisan), Cecondongan, Guak Macok tanpa Pengadeng atau pelayon, Ngintip Jangkrik dan terakhir Omang, dengan durasi waktu 15 sampai 17 menit. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.