Jatah Vaksin Corona untuk Buleleng Bertambah Jadi 3.676 Vial

  • Whatsapp
SEKDA Buleleng yang juga selaku Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19, Gede Suyasa memimpin rapat evaluasi terkait penanganan Covid-19 di Buleleng. foto: rik

BULELENG – Jatah vaksin Covid-19 yang akan diterima Kabupaten Buleleng dari Pemprov Bali pada tahap pertama ini kini bertambah. Dari semula yang hanya 3.590 vial menjadi 3.676 vial. Ini disampaikan langsung Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa.

Suyasa mengatakan, meski ada penambahan jatah vaksin untuk Buleleng pada tahap pertama, tapi peruntukannya tetap dengan menyasar para tenaga kesehatan (nakes) yang ada di Buleleng. Vaksinasi rencananya dilakukan pada Februari 2021 sesuai jadwal yang diberikan pemerintah pusat.

Bacaan Lainnya

Penambahan jatah vaksin yang diterima Buleleng ini, dijelaskan Suyasa, lantaran titik yang akan digunakan tempat vaksinasi kini bertambah. Dari awalnya 22 titik sekarang menjadi 24 titik. Sebab, RSUD Buleleng dan RS TNI AD Wirasatya Singaraja kini telah menjadi titik baru vaksinasi.

“Untuk 10 pejabat yang nanti akan divaksin terlebih dahulu, lihat nanti saja, siapa-siapa saja. Saya selaku Satgas Penanganan Covid tentu bersedia divaksin,” kata Suyasa, Selasa (12/1/2021) usai memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19, di ruang kerjanya.

Diakui Suyasa, jadwal vaksinasi memang sudah diterima. Namun, terkait waktu kedatangan vaksin Covid-19 dengan jumlah ribuan vial ke Buleleng masih belum diketahui. Meski belum diketahui kapan akan datang, tapi tempat penyimpanan sudah disiapkan termasuk mobil khusus mendistribusikan vaksin ke 24 titik yang disediakan.

Baca juga :  Ratusan Pelajar SMP di Buleleng Ikuti Pelatihan Menulis Lontar

“Vaksin yang sudah ada saat ini masih disimpan di provinsi. Dinas Kesehatan telah menyiapkan mobil dilengkapi alat pendingin untuk mendistribusikan ke 24 titik. Setiap titik sudah disediakan cold chain. Nakes yang divaksin nanti akan di SMS dengan aplikasi. Mereka bisa memilih lokasi divaksin,” jelas Suyasa.

Suyasa yang juga menjabat Sekda Buleleng ini menegaskan, sudah ada beberapa Rumah Sakit (RS) swasta di Buleleng ingin terlibat dalam pelaksanaan vaksinasi. Jika memenuhi syarat, ini mempercepat proses vaksinasi ke masyarakat. Hanya saja, syarat yang harus dipenuhi salah satunya adalah sarana dan prasarana (sarpras).

Sementara untuk biaya, vaksinasi di RS swasta tidak dipungut biaya. Seperti kebijakan yang digariskan pemerintah pusat.

“Ini gratis. Jadi masyarakat umum bisa nantinya divaksin di RS swasta. Yang ingin terlibat, mengajukan diri ke Dinkes dan dilakukan verifikasi. Seperti penyediaan sarpras diperlukan,” pungkas Suyasa.

Disisi lain terkait perkembangan pengananan kasus Covid-19 di Buleleng, pada Selasa (12/1/2021) kembali mencatat penambahan 14 orang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, yang berasal dari Kecamatan Buleleng ada 5 orang, Gerokgak 2 orang, Sukasada 6 orang, dan Banjar 1 orang.

Sedangkan, pasien yang dinyatakan sembuh tidak ada alias nihil. Lalu pasien positif yang masih dirawat sebanyak 58 orang, dengan rincian dirawat di RSUD Buleleng 23 orang, RS Bali Med ada 8 orang, RS Karya Dharma Usada 6 orang, RS Kerta Usada 9 orang, RS Santhi Graha 2 orang.

Baca juga :  Rapid Test Gratis Awak Kendaraan Logistik Dihentikan

Kemudian di RS Parama Sidhi 1 orang, RS Bali Mandara 1 orang, Hotel Vasini 5 orang, dan menjalani isolasi mandiri 3 orang.

Untuk total kasus terkonfirmasi kumulatif di Buleleng sebanyak 1.412 orang, dengan rincian dinyatakan sembuh terdapat 1.282 orang, kasus pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia ada 72 orang.

Untuk kasus suspek kumulatif di Buleleng sebanyak 1.759 orang, dengan rincian suspek konfirmasi terdapat 668 orang, discarded ada 993 orang, suspek masih dipantau sebanyak 40 orang dan probable terdapat 58 orang. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.