POSMERDEKA.COM, DENPASAR – “Koster-Giriii.. Bangkit, jaya, menang. Menyala wiiiii,” pekik massa di halaman depan DPD PDIP Bali mengikuti instruksi IGN Kesuma Kelakan, Ketua Tim Pemenangan Koster-Giri, Kamis (29/8/2024) pagi. Selanjutnya ribuan orang berpakaian dominan merah dan hitam itu, kirab parade budaya untuk mengantar Wayan Koster dan Giri Prasta mendaftar sebagai peserta Pilgub Bali 2024 ke KPU Bali. Selain pengurus DPD dan anggota Fraksi PDIP DPRD Bali, turut mendampingi pengurus delapan partai nonparlemen sebagai pengusung.
Sebelum berangkat, saat acara deklarasi, Kelakan berterima kasih kepada seluruh partai dan eksponen masyarakat Bali yang tulus mendukung dan bekerja sama dengan PDIP. Pun mengajak memenangkan paket Koster-Giri Prasta. Kelakan mengimbau lembaga penyelenggara pemilu selalu netral, jujur dan adil agar Pilkada Serentak berjalan sukses, aman, tertib, lancar. “Siappp!!!.” jawab hadirin ketika ditanya kesanggupan memenangkan Koster-Giri oleh Kelakan.
Saat pembacaan deklarasi oleh Ketua DPD Hanura Bali, Made “Lolak” Arimbawa, secara spontan Giri Prasta yang berdiri di belakangnya memegangi mikrofon, karena tiang mikrofon kurang pas. Jadilah Giri “asisten dadakan” selama Lolak membaca deklarasi.
“Banyaknya dukungan hari ini menunjukkan PDIP siap ngayah sekala niskala dalam Bali Era Baru,” ucap Koster memberi sambutan, sebelum berjalan kaki sekitar 400 meter ke KPU Bali bersama massa parade budaya.
Tiba di KPU Bali, Koster-Giri disambut Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, dan staf. Usai administrasi pendaftaran dinyatakan sah oleh KPU, paslon diberi kesempatan memberi sambutan.
Mengulang yang dikatakan di DPD PDIP Bali, Koster berharap KPU Bawaslu dapat menjalankan tugas sebaik-baiknya, demokratis, dan memberi ruang luas publik menggunakan hak pilih sesuai nurani. “Ini untuk meneruskan apa yang dibangun. Semoga niat baik kami berdua dapat restu semesta. Dan, Pilkada ini semoga menjadi pemelihara pemulihan ekonomi Bali,” pintanya.
Kepada paslon, Lidartawan berharap dalam kompetisi nanti para calon dapat menjaga keindahan Bali dengan green election. Caranya dengan mengurangi penggunaan baliho sebagai alat peraga kampanye. “Mari jaga bersama kondusivitas Bali sesuai slogan Pilkada Bali yakni ngardi bali shanti lan jagadita,” pesannya.
Saat jumpa pers, Koster bilang agenda untuk periode kedua bersama Giri Prasta yang harus diakomodir, yakni menjaga kekuatan alam dan manusia Bali. Pun menyeimbangkan pembangunan Bali di utara, selatan, timur, barat dan tengah untuk lebih berkeadilan. “Juga memenuhi harapan dan ruang generasi Z dan kaum milenial,” urainya.
Disinggung soal fokus nyata selain sampah dan bandara di Buleleng, dia mendaku di periode pertama sudah ada pembangunan infrastruktur laut dan Bandara Ngurah Rai. Infrastruktur Bali tertinggal sejak lama, makanya perlu dibangun transportasi untuk warga lokal Bali dan ekosistem pariwisata Bali.
“Ada ketimpangan di Bali, 60 persen lebih di selatan. (Program) kami tidak hanya wacana, harus konkret membuat pusat ekonomi baru. Caranya bagaimana, tidak bisa dibuka semua di sini,” ulasnya.
Menjawab pertanyaan apakah legowo “hanya” dijadikan calon Wakil Gubernur meski baliho bergambar dirinya tersurat ingin jadi calon Gubernur, Giri berujar tidak ada istilah legowo. Sebagai petugas partai, di mana pun dia bersedia ditugaskan. Namun, jika terpilih bukan pejabat partai, tapi melayani masyarakat.
“Tidak ada target menang, yang penting mohon doa restu supaya dipilih. Intinya menang,” cetusnya kalem.
Bagaimana akan menerapkan green election kalau baliho Giri Prasta tersebar di seantero Bali? “Baliho akan kami batasi, kami hormat dan tunduk aturan KPU. Soal baliho saya, saya akan minta para pendukung untuk membersihkan,” jawab Giri sebagai penutup. hen
























