Jalankan Program Merdeka Belajar, Komisi X DPR RI Sebut SMPN 3 Denpasar Patut Dicontoh

  • Whatsapp
ROMBONGAN Komisi X DPR RI dipimpin Wakil Ketua, Dede Yusuf; didampingi IGN Eddy Mulya; dan Wayan Murdana, memindai kode batang pedulilindungi saat mengunjungi SMPN 3 Denpasar, Selasa (21/12/2021). Foto: tra
ROMBONGAN Komisi X DPR RI dipimpin Wakil Ketua, Dede Yusuf; didampingi IGN Eddy Mulya; dan Wayan Murdana, memindai kode batang pedulilindungi saat mengunjungi SMPN 3 Denpasar, Selasa (21/12/2021). Foto: tra

DENPASAR – Komisi X DPR RI dipimpin Wakil Ketua, Dede Yusuf, Selasa (21/12/2021) mengunjungi SMPN 3 Denpasar. Dede Yusuf selaku ketua rombongan hadir di SMPN 3 Denpasar bersama Wakil Ketua, Hetifah Sjaifudian, serta anggota Hj. Ledia Hanifa Amaliah, dan juga Adrianus Asia Sidot.

Rombongan Komisi X DPR RI diterima Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya; bersama Kepala SMPN 3 Denpasar, I Wayan Murdana, S.Pd., M.Psi., serta para guru dan pegawai serta sejumlah siswa yang sedang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dalam rangka persiapan lomba.

Bacaan Lainnya

Kunjungan tersebut dalam rangka untuk melihat dan memantau pelaksanaan program-program pendidikan di Kota Denpasar. Dan, dalam kunjungan kali ini juga Komisi X DPR RI yang juga bersama tim Kemendibudristek menerima saran serta masukan dari para guru, terhadap dunia pendidikan khususnya soal rekrutmen P3K, Program Merdeka Belajar dan Sekolah Penggerak yang kini didengungkan Kemendikbudristek.

Kasek Wayan Murdana menyambut baik kunjungan Komisi X DPR RI ini. Ia menceritakan perjalanan sekolah yang awal berdiri bernama SMEP (Sekolah Menengah Ekonomi Pertama). Pun prestasi yang berhasil diraih dari tingkat kota/kabupaten sampai internasional.

Baca juga :  Hati-hati Tekuni Olahraga Crossfit

SMPN 3 Denpasar yang dikenal dengan sebutan Spentri, kata Murdana, selalu peduli dengan masalah kekinian. Kemajuan pendidikan di SMPN 3 Denpasar juga tak terlepas dari pelestarian budaya. Seni budaya, kata dia, juga bagian dari pembentukan karakter positif anak, karenanya pendidikan karakter sangat penting dan seni untuk memperhalus diri.

Ini sesuai dengan konsep pendidikan yang diterapkan SMPN 3 Denpasar yakni, menyeimbangkan perilaku, karakter yang baik dan prestasi akademis serta cinta lingkungan. Ia juga menyebutkan saat ini empat gurunya sudah lulus sebagai guru penggerak.

Sementara IGN Eddy Mulya, menyampaikan, prototype Kota Denpasar tak begitu luas hanya 4 kecamatan dengan jumlah pendudukan 800 ribu jiwa. Di Denpasar terdapat 14 SMP negeri dan 70 SMP swasta.

Demikian juga dengan persekolahan di Denpasar, kata dia, prototype hampir menyerupai karena komitmen Pemkot Denpasar mendorong sekolah sebagai Adiwiyata. Mulai dari struktur bangunan, pengaturan tata ruang, kemudian filosofi kehidupan warga di sekolah sesuai konsep Tri Hita Karana dan sekolah diciptakan menjadi taman siswa. Artinya, orang yang datang ke sekolah harus tersenyum dan bahagia.

Salah satu sekolah tertua yang berada di tengah kota adalah SMPN 3 Denpasar. Kepemimpin sekolah ini, kata Eddy Mulya, selalu dipimpin kepala sekolah yang memiliki komitmen tinggi terhadap kemajuan satuan pendidikan. Kedua, di SMPN 3 Denpasar ada komunitas ekosistem pendidikan yang luar biasa, yakni guru-guru yang hebat.

Baca juga :  PD Swatantra Usulkan Gudang Baru, Komisi III DPRD Buleleng Minta Ditunda

SMPN 3 Denpasar juga sudah banyak melahirkan alumni yang mumpuni dan banyak diperhitungkan sebagai alumni pemilik masa depan negeri ini. Saat pemerintah mendengungkan program Merdeka Belajar, SMPN 3 Denpasar adalah sekolah yang siap menggerakkan sekolahnya dengan program Merdeka Belajar.

Di SMPN 3 Denpasar sudah ada empat guru penggerak. Itu artinya, SMPN 3 Denpasar adalah sekolah siap memerdekakan proses belajar dengan prinsip merdeka belajar dan belajar merdeka.

Dede Yusuf mengaku kagum dengan lingkungan SMPN 3 Denpasar yang bersih dan tertata apik. Termasuk halaman sekolah yang diisi paving rumput membuat lingkungan sekolah sangat nyaman dan tidak panas.

Model sekolah yang pro lingkungan seperti ini, kata Dede Yusup, perlu ditiru sekolah lain. Ia juga salut dengan guru penggerak SMPN 3 Denpasar. SMPN 3 Denpasar sangat luar biasa, sekolahnya berprestasi, pro lingkungan dan siap menjalankan program Merdeka Belajar. Termasuk tetap menjalankan Kurikulum 2013. ‘’Menyukseskan program sekolah bergerak kuncinya ialah seluruh pihak yang ada di sekolah itu harus bersatu, bersama-sama termasuk kepala sekolah harus tahu bagaimana proses pembelajarannya termasuk menggerakan guru dan aktivitas yang ada, karena kolaborasi adalah kunci,’’ ujar Dede Yusuf menandaskan. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.