GIANYAR – Bekerja sama dengan Indonesian Chef Association (ICA) Cabang Gianyar, Pemkab Gianyar melakukan pembinaan dan pemberdayaan potensi pangan lokal masing-masing desa. Untuk tahun ini pembinaan dilakukan di 14 desa di tujuh kecamatan, salah satunya untuk ibu-ibu PKK Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, Senin (17/5/2021).
Kepala Dinas Pariwisata Gianyar sekaligus ketua panitia kegiatan, Anak Agung Gde Putrawan, mengatakan, pembinaan ini bertujuan menggali potensi desa sekaligus meningkatkan kualitas produk kuliner lokal. “Agar produk lokal bercita rasa hotel bintang lima, kami juga berharap semoga bisa terbentuk one product one village. Jadi, Desa Pupuan nanti bisa memiliki satu produk khas,” kata Putrawan seraya menyebut Desa Pupuan sedang menunggu verifikasi untuk bisa ditetapkan sebagai desa wisata.
Dihadiri Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, pembinaan kuliner diikuti 30 anggota PKK Desa Pupuan. Kepala Desa Pupuan, I Wayan Sumatra, menyebut desanya terkenal dengan hasil pertanian buah jeruk. Saat musim panen, terkadang hasil panen melimpah, sehingga menyebabkan harga anjlok. Anjloknya harga membuat petani enggan memanen jeruknya, dibiarkan membusuk di pohon.
Begitu juga dengan cabai. Apalagi harga cabai selama ini terbilang tidak stabil. Demi mengantisipasi kerugian yang dialami petani saat panen besar, Sumatra menyambut gembira program Pemkab Gianyar melalui PKK dan berbagai dinas tersebut. Dia berharap pelatihan pengolahan pangan ini bisa memberi nilai tambah produk pertanian masyarakatnya.
“Saya berharap kami dilatih cara mengolah buah jeruk agar bisa menjadi minuman jeruk dalam kemasan, sehingga petani kami tidak lagi mengalami kerugian ketika panen melimpah dan harga jeruk merosot,” pintanya.
Mahayastra yang di lokasi disambut olahan jagung urab memuji resep para chef (ahli masakan). Dia bahkan minta agar urab jagung dijadikan hidangan penyambut (canape) di acara-acara dengan porsi satu suapan. “Seperti welcome drink, kita bisa berikan urab jagung dengan porsi satu suap dan penyajian seperti ini. Saya rasa ini sangat pas, khas, dan rasanya juga enak,” pesannya.
Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar, Ida Ayu Surya Adnyani, menambahkan, dengan menggandeng ICA, dia berharap bisa memberi nilai tambah produk lokal desa. “Apa yang menjadi potensi lokal desa, itu yang kita manfaatkan,” ajaknya.
Pembinaan dan pemberdayaan kuliner khas desa ini, sambungnya, tidak terlepas dari program pokok PKK yang dijalankan selama ini. Misalnya program Hatinya PKK (Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman) dan program Puspa Aman (pusat pangan alami mandiri asri dan nyaman). TP PKK Gianyar membina anggota PKK hingga di tingkat desa, agar memanfaatkan pekarangan untuk menghasilkan kebutuhan pangan sendiri. Pun membagikan berbagai jenis tanaman.
“Jadi ini sejalan, setelah menanam dan menghasilkan, dilanjutkan dengan bagaimana mengolahnya,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, ibu-ibu PKK Desa Pupuan dilatih membuat jeli berbahan jeruk, makanan tambahan untuk balita berbahan kelor, pancake kelapa, dan bon cabe (cabe kering). adi























