Jadwal Musda Golkar Bali Masih “Misteri”, DPP Perpanjang Masa Berlaku Kabinet Sugawa Korry

DAUH Wijana (baju kuning) dalam suatu kegiatan di DPD Partai Golkar Bali. Foto: hen
DAUH Wijana (baju kuning) dalam suatu kegiatan di DPD Partai Golkar Bali. Foto: hen

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Musda Partai Golkar Bali kali terakhir dijalankan pada Februari 2020 lalu, dengan masa berlaku kepengurusan selama lima tahun. Namun, dua bulan berlalu sejak periode kepengurusan Musda 2020, sampai kini belum ada tanda-tanda Musda akan dilangsungkan. “Musda Partai Golkar Provinsi Bali niscaya lima tahun, tapi molor sedikit. Jadi, tidak mungkin enam tahun baru Musda lagi,” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Bali, Made Dauh Wijana, Minggu (27/4/2025).

Menurut Dauh, Musda merupakan agenda rutin partai yang harus dilaksanakan. Sebab, Musda juga merupakan wahana konsolidasi organisasi mengenai apa harus dilaksanakan untuk lima tahun berikutnya. “Apa program kerja lima partai untuk tahun ke depan, kan itu yang dibahas nanti di Musda. Gong akhirnya ya pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Bali,” sambung politisi asal Gianyar ini.

Read More

Soal ada penundaan pelaksanaan Musda, Dauh menyebut karena sementara memang belum ada perintah dari DPP Partai Golkar. Konsekuensi dari penundaan Musda, dia mendaku ada perpanjangan sementara periode kepengurusan di bawah kendali Nyoman Sugawa Korry sebagai Ketua DPD Partai Golkar Bali, sampai menunggu surat perintah pelaksanaan Musda dari DPP.

“Mungkin DPP juga melihat kesiapan seluruh DPD dan DPP, berlakunya (perpanjangan kepengurusan) sampai saat itu,” terangnya.

Didesak kemungkinan jadwal pasti pelaksanaan Musda, lagi-lagi Dauh Wijana tidak berani memastikan. Dia hanya menjawab “dalam waktu dekat, tapi belum pasti”. Dia sebatas menduga penundaan Musda berkaitan dengan masih suasana hari raya Idul Fitri, yang juga disambung dengan hari raya Galungan dan Kuningan.

“Tunggu nuansa Lebaran selesai, kemungkinan setelah Hari Raya Galungan dan Kuningan. Yang pasti komunikasi dan koordinasi kami dengan DPP tetap jalan, karena kami bergerak atas perintah DPP,” tegasnya.

Bagaimana dengan calon-calon Ketua DPD yang akan berkompetisi atau menggantikan Sugawa Korry nanti? Sembari tertawa, Dauh bilang semua kader punya potensi menjadi pemimpin partai. Hanya, tetap saja bergantung bagaimana mereka mendapat dukungan dari prinsipal atau pemegang hak suara.

“Ya teman-teman media pasti sudah monitor juga siapa saja yang berpeluang untuk jadi Ketua DPD, saya tidak komentari itu. Yang pasti semua berpeluang, sejauh didukung oleh prinsipal,” lugasnya menandaskan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah nama mulai kasak-kusuk untuk menjadi pesaing atau pengganti Sugawa Korry pada Musda nanti. Dua di antaranya yang paling santer disebut-sebut adalah Gde Sumarjaya Linggih, Korwil Pemenangan Bali-Nusra DPP Partai Golkar dan anggota Fraksi Golkar DPR RI; dan Ida Gede Komang Kresna Budi, Ketua DPD Partai Golkar Buleleng yang juga Wakil Ketua II DPRD Bali.

Bahwa namanya disebut-sebut masuk dalam kandidasi di Musda, Kresna Budi tidak banyak komentar. “Ya namanya orang suka, bisa saja nama saya dimasukkan sebagai calon. Kalau tidak suka, ya tidak dicalonkan,” sahutnya enteng, ditemui usai menghadiri rapat paripurna DPRD Bali, Selasa (15/4/2025). hen

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.