POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi merilis Indeks Integritas Pendidikan 2024, sebagai hasil dari Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan yang tahun ini menjangkau lebih luas, yakni hingga tingkat kabupaten/kota. Dikutip dari laman https://aclc.kpk.go.id/pendidikan/spipendidikan/hasil/2024, dari 9 kabupaten/kota di Bali untuk SPI jenjang SD dan SMP/sederajat, Kota Denpasar berada pada ranking terbawah dengan indeks total 71,64.
Secara terperinci skor SPI Pendidikan kabupaten lainnya, yaitu Kabupaten Tabanan mendapatkan skor indeks total tertinggi yakni 73,11. Di susul Kabupaten Karangasem dengan skor indeks total 72,67, Bangli (72,55), Klungkung (72,49), Gianyar (72,37), Jembrana (72,20), Buleleng (72,18), dan Badung (72,13).
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, Minggu (27/4/2025) langsung merespon hasil ini. Disdikpora pun telah menyiapkan sejumlah langkah perbaikan.
Menurut Agung Wiratama, langkah perbaikan yang diambil sejalan dengan langkah yang diambil oleh Kemendikdasmen. Dia mengatakan OPD-nya akan berusaha menekankan penguatan pendidikan nilai sebagai proses membangun budaya dan peradaban bangsa.
Mulai tahun ajaran 2025-2026, pendekatan pembelajaran mendalam mulai akan diterapkan, di mana para murid tidak hanya mengerti, memahami sesuatu dalam level kognitif tetapi menemukan makna dan menjadikan nilai-nilai utama itu sebagai landasan yang membentuk kepribadian. Selain itu, Agung Wiratama menjelaskan sedang mengupayakan penekanan budaya jujur, bersih dan antikorupsi untuk dapat terlaksana dengan baik.
‘’Penguatan ini dilakukan di empat pusat pendidikan, yaitu pendidikan yang berpusat di sekolah, di keluarga, di masyarakat, dan juga melalui dukungan media massa,’’ sebutnya.
Ditegaskan, Disdikpora Kota Denpasar memiliki komitmen kuat terhadap pemberantasan korupsi, terutama dalam proses penerimaan murid baru. Pihaknya tegas menolak suap dan kolusi dalam proses seleksi. Selain itu, Disdikpora juga menanamkan nilai-nilai antikorupsi sejak dini melalui kegiatan seperti “Setiap Hari Berperilaku Antikorupsi” di sekolah-sekolah.
SPI Pendidikan 2024 menjangkau 36.888 satuan pendidikan di 507 kabupaten/kota dan melibatkan 449.865 responden dari berbagai kalangan: siswa, mahasiswa, orang tua, tenaga pendidik, hingga kepala satuan pendidikan. Tiga dimensi utama yang disurvei meliputi karakter peserta didik, ekosistem pendidikan, dan tata kelola pendidikan.
“Indeks ini bukan sekadar angka. Jika kita abaikan, maka bisa menjadi bencana. Ini adalah cermin jujur bahwa benteng antikorupsi di dunia pendidikan harus dibangun sejak sekarang,” tegas Ketua KPK Setyo Budiyanto saat peluncuran indeks ini digelar secara hybrid di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jakarta, Kamis (24/4/2025), sekaligus menjadi momen Penandatanganan Komitmen Bersama Penyelenggaraan Pendidikan Antikorupsi dikutip dari Times Indonesia.
Setyo menegaskan pentingnya menanamkan nilai antikorupsi sejak dini, sebagai bagian dari langkah strategis menuju Indonesia Emas 2045. “Pendidikan harus menjadi garda terdepan dalam membentuk generasi yang bebas korupsi,” ujarnya.
Sejak pertama kali dilakukan pada 2021, SPI Pendidikan terus disempurnakan, baik dari sisi metodologi maupun cakupan. Tahun ini, hasilnya diharapkan bisa menjadi landasan kebijakan dan refleksi menyeluruh dalam membenahi dunia pendidikan Indonesia. tra
























