Bantuan Rp2 Juta/KK Cair Tak Serempak, Gus Bota : Kami Evaluasi

WABUP Bagus Alit Sucipta menyapa warga pada saat penyerahan bantuan sosial Rp2 juta/KK untuk mengurangi beban warga pada saat hari raya keagamaan, di Desa Penarungan, Mengwi, Rabu (16/4/2025). Foto: hen
WABUP Bagus Alit Sucipta menyapa warga pada saat penyerahan bantuan sosial Rp2 juta/KK untuk mengurangi beban warga pada saat hari raya keagamaan, di Desa Penarungan, Mengwi, Rabu (16/4/2025). Foto: hen

POSMERDEKA.COM, MANGUPURA – Program bansos khusus hari raya Rp2 juta per KK khusus untuk umat Hindu di Badung ditunaikan Pemkab Badung sebelum Hari Raya Galungan, Rabu (23/4/2025). Meski dibagikan secara simbolis pada Rabu (16/4/2025), tapi masih ada sejumlah pihak yang meragukan program itu benar-benar berani dieksekusi Pemkab Badung.

Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, yang dimintai tanggapan, Minggu (27/4/2025) berkata, program ini berjalan untuk 88.594 warga ber-KTP Badung sesuai data dari Dinas Sosial Badung. Hanya, dia tidak memungkiri bahwa masih ada kendala teknis dalam merealisasikan. Seperti belum serempaknya waktu bantuan masuk ke rekening warga.

Bacaan Lainnya

“Kami mendapat laporan memang ada dinamika di masyarakat saat membuat rekening di BPD Bali, terutama ketika pemerintah memastikan data warga yang berhak menerima. Tapi sampai sebelum Galungan kemarin, secara umum sudah beres, dan warga juga merespons dengan baik. Banyak juga pesan masuk ke ponsel saya bahwa mereka sudah menerima bansos itu,” terang Gus Bota, sapaan karibnya.

Melihat antusiasme warga, dia optimis program untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang hari raya itu benar-benar tepat sasaran. Meski belum ada data valid, dia yakin perputaran uang bantuan bisa mengerek ekonomi di level mikro. Pula membantu menekan inflasi di Badung saat hari raya keagamaan. “Mungkin masih terlalu pagi kalau saya katakan bahwa ini juga berdampak kepada tingkat kebahagiaan masyarakat Badung secara umum. Tapi kita lihat nanti data pasti surveinya,” paparnya.

Soal ada keluhan warga yang tidak serentak waktunya bantuan masuk ke rekening mereka, dia menyatakan semua itu bukan karena disengaja. Menurut Gus Bota, memang ada yang belum bisa ditransfer oleh BPD sebelum Hari Raya Galungan. Kondisi ini terjadi karena faktor keterbatasan pembuatan rekening penerima, yang berdampak terhadap keterlambatan transfer dari BPD Bali ke rekening penerima tersebut.

Jika melihat ke belakang, sambungnya, bagaimana Bupati Adi Arnawa harus berkoordinasi dan konsultasi soal aspek yuridis program ini ke Kejari Badung. Hal itu menunjukkan bagaimana komitmen Adicipta mewujudkan apa yang dijanjikan. Dia mohon masyarakat Badung bisa memaklumi apa kekurangan sejauh ini, dan menegaskan komitmen untuk selalu mengevaluasi kekurangan yang ditemukan.

“Jadi, kepada masyarakat Kabupaten Badung, mohon maaf kami sampaikan atas keterlambatan transfer itu. Tapi kami pastikan bagi yang belum cair kemarin, segera cair,” jaminnya.

Mengenai masih ada suara sumbang yang mencibir bansos THR sekadar omon omon alias janji politik semata, Gus Bota mengaku tidak memasalahkan. Hanya, imbuhnya, bagaimana bisa dituding cuma omon omon jika terbukti banyak warga sudah menerima? “Mungkin kemarin itu ada yang belum dapat, kemudian protes di media sosial. Tapi seperti saya katakan tadi, jika secara data mereka sudah masuk, pasti dapat,” lugasnya.

Sekali lagi, paparnya, apa pun komentar dan keluhan warga terkait program Adicipta akan dievaluasi. Terutama yang berkaitan dengan bantuan berupa insentif dana dari pemerintah, seperti penghargaan untuk melaporkan ada kematian.

“Kami minta maaf jika di masa awal ini masih kurang sat set seperti diharapkan masyarakat. Semua itu masuk dalam daftar masalah yang wajib kami selesaikan selama memimpin Badung. Mohon pengawalan masyarakat dengan kritik, saran dan masukan konstruktif kepada Pemkab Badung,” pintanya.

Apa bansos hari raya ini berjalan selama Adicipta menjabat, atau cuma sekali saja? “Namanya janji kampanye, ya semaksimal mungkin ditunaikan selama menjabat dong. Kami mendapat amanah lima tahun, berarti lima tahun program ini harus berjalan, sepanjang anggaran tersedia,” pungkasnya. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses