Jadi Tuan Rumah PON 2028, NTB Butuh Dukungan Politik dan Kesiapan Anggaran

  • Whatsapp
Mori Hanafi. Foto: rul
Mori Hanafi. Foto: rul

MATARAM  – Wakil Ketua DPRD NTB, Mori Hanafi, berkata rencana NTB menjadi tuan rumah penyelenggaraan PON 2028 melalui bidding (permintaan) bersama Bali dan NTT, harus memperoleh dukungan politik dari gubernur dan ketua DPRD di semua wilayah Indonesia. Karena itu dia minta pelaksanaan bidding tersebut tidak boleh dianggap sepele Pemprov melalui KONI NTB.

“Dukungan dari politik itu tentunya butuh operasi semua pihak. Ingat, mendukung Gubernur dan Ketua DPRD secara tertulis itu harus dilakukan dengan intervensi tangan partai. Ini yang mesti direncanakan dengan matang,” kata Mori, Jumat (17/12/2021).

Bacaan Lainnya

Politisi Gerindra itu menegaskan, pelaksanaan bidding tidak bisa dilakukan eksklusif oleh oknum tertentu. Semua itu harus didahului dengan lobi politik, apalagi yang menentukan itu adalah tangan orang politik. “Makanya sejak awal saya wanti-wanti, kita harus belajar dari kegagalan PON terdahulu, harus semua ikut cawe-cawe. Ini karena intervensi politik diperlukan, karena yang menentukan orang politik,” serunya.

Dalam pelaksanaan bidding, jelasnya, KONI Pusat menentukan skema bahwa daerah yang hendak mendaftar sebagai tuan rumah PON dikenakan biaya Rp1 miliar dan uang jaminan Rp5 miliar. Khusus uang jaminan Rp5 miliar akan dikembalikan manakala tidak jadi sebagai tuan rumah. Jika dipilih, maka dana itu dipakai untuk appraisal dan membiayai tim konsultan.

Baca juga :  Ketua PWNU NTB Dilantik Jadi Rektor UIN Mataram

Dalam APBD NTB tahun 2021, dia berkata menyiapkan dana Rp8 miliar untuk bidding. Namun, diakui nominal itu belum cukup, lantaran perlu dana keliling untuk menggalang dukungan serta pelibatan konsultan untuk menyusun persyaratan dokumen sesuai standar KONI Pusat. Rencana April 2022 bidding itu diumumkan.

“Kami akan gelar rapat dengan TAPD Pemprov untuk memastikan kesiapan dana untuk pelaksanaan bidding tersebut. Prosesnya dilakukan di awal anggaran,” tegas Mori.

Terkait siapa daerah yang menjadi pesaing kuat Provinsi NTB-Bali dan NTT, dia menilai Manado di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menjadi pesaing terberat saat ini. Hanya, dengan raihan PON Papua lalu yang menempatkan NTB di peringkat 9, Bali urutan 5, dan NTT di peringkat 11, hal itu menjadi nilai tawar prestasi tiga daerah terhadap daerah lainnya.

“Tapi memang itu saja enggak cukup, kami harus ngotot dan kenceng. Makanya ketersediaan anggaran di awal tahun itu yang harus siap jika kita mau serius menjadi tuan rumah PON 2028,” lugasnya menandaskan. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.