Investasi dari Perspektif Kearifan Lokal ”Catur Purusartha”

Ni Kadek Sinarwati. foto: dok

Oleh Ni Kadek Sinarwati
(Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Pendidikan Ganesha)

TULISAN ini terinspirasi dari tanya jawab pada saat ujian proposal tesis, ketika itu seorang rekan bertanya kepada mahasiswi yang sedang mengikuti ujian proposal tesis dengan pertanyaan “ apa itu investasi ditinjau dari Catur Purusartha?”. Mahasiswi kaget dan tidak mampu menjawab, bahkan salah satu penguji lainnya balik bertanya sambal tertawa dengan menyampaikan “apa itu Catur Purusartha?”.

Read More

Mengacu pada pernyataan yang menyatakan bahwa “semua orang adalah guru, dan semua tempat adalah sekolah” maka tempat ujian proposal tesis dan rekan penguji serta mahasiswi yang sedang ujian, merupakan sekolah dan guru, yang menginspirasi penulis untuk belajar.

Belajar menemukan jawaban atas pertanyaan “investasi dari perspektif Catur Purusartha, kemudian belajar menuangkan dalam tulisan ini, jika ada yang membaca dan mengkritisi tulisan ini, belajar menerima masukan atau pandangan pembaca dan belajar banyak hal lainnya, karena hidup tidak pernah berhenti untuk belajar.

Investasi dari perspektif Catur Purusartha dalam tulisan ini merupakan hasil resume penulis setelah membaca salah satu bab dari buku “Etika Bisnis dan Profesi Persfektif Kearifan Lokal Tri Hita Karana Dan Pemikiran Lainnya Secara Integralistik”. Buku ini merupakan karya dari dua orang Guru Besar Universitas Pendidikan Ganesha dan satu orang Guru Besar Universitas Brawijaya.

Hasil resume penulis tentang Investasi dari perspektif Kearifan Lokal Catur Purusartha, penulis awali dengan menyampaikan apa itu investasi, apa itu Catur Purusartha dan dimana posisi investasi di dalam Catur Purusartha. Investasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online merupakan penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.

Definisi investasi menurut beberapa ahli diantaranya menurut Sophar Lumbantoruan Investasi adalah penyertaan modal pada Perusahaan lain, menurut Mulyadi merupakan pengaitan sumber-sumber dalam jangka panjang untuk mendapatkan hasil laba di masa yang akan datang. Pengertian investasi menurut Jogiyanto adalah penundaan konsumsi sekarang untuk dimasukkan ke aktiva produktif selama periode waktu tertentu (https://ekonomimanajemen.com/pengertian-investasi/).

Definisi investasi mengacu pandangan beberapa ahli, investasi dalam tulisan ini dimaknai sebagai pengalokasian penghasilan pada suatu bentuk aktiva/asset/harta untuk memperoleh keuntungan sehingga akan meningkatkan jumlah aktiva/asset/harta yang dimiliki oleh perusahaan maupun perorangan.

Sebelum menyampaikan investasi dari perspektif Catur Purusartha maka akan disampaikan tentang Catur Purusartha. Catur Purusartha merupakan empat tujuan hidup manusia yang terdiri dari Dharma, Artha, Kama dan Moksha. Dharma berarti kebijaksanaan, kebenaran atau asas moralitas, Artha berarti kekayaan, Kama berarti keinginan atau hasrat dan Moksha berarti kebebasan.

Tiga bagian dari Catur Purusartha yaitu Dharma, Artha dan Kama disebut dengan Tri warga. Ketika seseorang memperoleh pendapatan, maka pendapatannya dibagi menjadi tiga bagian. Sepertiga untuk Dharma (berbuat kebajikan misalnya berdana punia). Sepertiga untuk Artha (mencari atau melipatgandakan aktiva/asset/harta) dengan cara berwirausaha dan sepertiga lainnya untuk Kama memenuhi hasrat (Wiana dalam Atmadja, dkk 2022).

Moksha yang dalam beberapa literatur hindu dimaknai sebagai kebebasan dalam resume ini dimaksudkan dengan pendapatan digunakan untuk mencapai kebebasan dari kemiskinan baik kemiskinan material maupun spiritual.

Lalu dimanakah posisi investasi dalam catur purusartha? mengacu pandangan Wiana dalam Atmadja, dkk (2022) yang menyatakan bahwa sepertiga dari pendapatan digunakan untuk Artha yaitu meningkatkan jumlah aktiva/asset/harta, dan mengacu dari pengertian investasi adalah pengalokasian penghasilan pada suatu bentuk aktiva/asset/harta untuk memperoleh keuntungan sehingga akan meningkatkan jumlah aktiva/asset/harta yang dimiliki, maka menurut penulis posisi Investasi dalam Catur Purusartha adalah sebagai Artha.

Berinvestasi melipatgandakan penghasilan dengan menunda keingingan (Kama) agar Harta bertambah dilakukan dengan cara-cara yang benar/berlandaskan ajaran kebenaran (Dharma), agar terbebas (Moksha) dari kemiskinan. Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.