Inisiasi Gelar Pahlawan Almagfurllah Maulana Syekh, Rachmat Paparkan Sejumlah Syarat Kebangkitan Kepemimpinan Indonesia

ANGGOTA DPR RI, Rachmat Hidayat (kiri), saat menyampaikan sambutannya pada Wisuda STIT Palapa Nusantara Lombok ke-10. Foto: ist

LOTIM – Anggota DPR RI Fraksi PDIP, Rachmat Hidayat, menghadiri wisuda ke-10 Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Palapa Nusantara Lombok, Jumat (25/11/2022). Rachmat didampingi Ketua DPC PDIP Lombok Timur, Ahmad Sukro; dan Wakil Ketua II DPC PDIP Lombok Timur, Ahmad Amrullah, disambut antusias civitas akademika STIT Palapa Nusantara dan para wisudawan.

Turut hadir Bupati Lombok Timur (Lotim), Sukiman Azmy; Ketua STIT Palapa Nusantara, L. Moh. Fahri; Pembina STIT Palapa Nusantara, Prof. Sayyid Agil Ali Idrus; dan para undangan.

Read More

Dalam sambutannya, Rachmat berkata kebangkitan kepemimpinan Indonesia bagi dunia memerlukan setidaknya sejumlah syarat. Pertama, menggali kembali keseluruhan spirit kepemimpinan Indonesia yang ditunjukkan para pendiri bangsa.

“Belajar dari kepemimpinan Bung Karno dan Bung Hatta, ada korelasi antara ide/gagasan/imajinasi, spirit, tekad, dan tindakan strategis dalam mencapai visi kepemimpinan Indonesia,” sebut Ketua DPD PDIP NTB itu.

Tokoh yang dijuluki “Lombok” lalu menyebut syarat kedua, ideologi Pancasila dan UUD 1945 harus dipahami semangat dan konsepsinya dalam membangun kepemimpinan. Syarat ketiga, ada kepemimpinan strategis yang memadukan antara kepemimpinan ideologis yang memberi arah, dengan kepemimpinan teknokratis yang menghadirkan kepemimpinan intelektual.

Keempat, tersedia konsepsi pola pembangunan dalam perspektif jangka pendek, menengah, dan panjang. Kelima, pendidikan dan kebudayaan ditempatkan sebagai lambang supremasi kemajuan. Di sini perguruan tinggi harus menjadi motor kemajuan.

Keenam, penguasaan ilmu-ilmu dasar seperti matematika, kimia, fisika, dan biologi dengan berbagai variannya. Ketujuh, ada sinergi koneksitas antara pemerintah, perguruan tinggi, BUMN, dan badan usaha milik swasta dengan mendorong budaya berprestasi, merit system dalam mempercepat kemajuan menjadi bangsa yang berdikari.

“Syarat kedelapan, bangsa Indonesia harus berani meletakkan nasib bangsa dan nasib Tanah Air di tangan bangsa sendiri. Hanya bangsa yang berani meletakkan nasib di tangan sendirilah yang dapat berdiri dengan kuatnya,” tegasnya.

Sukiman Azmy dalam sambutannya secara eksplisit memuji kiprah dan kepedulian Rachmat terhadap pengembangan sumber daya manusia di NTB. Sukiman melihat Rachmat sebagai figur yang sangat memperhatikan tokoh-tokoh NTB yang bergerak membangun masyarakat.

Salah satu bentuk sumbangsih nyata Rachmat adalah dengan menjadi inisiator awal pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada TGKH Zainuddin Abdul Madjid, atau karib dikenal dengan Almagfurllah Maulana Syekh.

“Saya ingat Almagfurllah TGKH Zainuddin Abdul Madjid pahlawan nasional kita, yang dulu diinisiasi pengusulan pahlawan nasionalnya adalah oleh Kanda Rachmat Hidayat,” pujinya disambut aplaus meriah hadirin.

“Bukan untuk memuji di hadapan beliau, tapi itu faktanya, mungkin beliau bisa bercerita lebih panjang nanti,” sambung Bupati dua periode itu, yang juga siap menjamin bersinergi dengan Rachmat dalam mengembangkan kualitas pendidikan, salah satunya di STIT Palapa Nusantara Lombok.

Di akhir masa jabatan nanti pada 2023, dia bercita-cita untuk memberi sumbangsih kepada Palapa Nusantara berupa perluasan lahan di sisi kanan, bergantung kemampuan pemda. Di lahan itu Rachmat membangun gedung megah sebagai bentuk kolaborasi antara pemda dengan DPR RI. rul

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.