Bawaslu Gandeng Jembrana Kedas Pengawasan Partisipatif, Pelibatan Masyarakat Tekan Apatisme Politik

KOMISIONER Bawaslu Bali, Wayan Widyardana Putra (kiri) saat menjadi narasumber sosialisasi pengawasan partisipatif di Jembrana, Minggu (27/11/2022). Foto: ist

JEMBRANA – Tingkat partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak politiknya memberi efek besar dalam kompleksitas Pemilu. Di sisi lain, pengawasan terhadap pelanggaran juga mesti ketat dijalankan. Karena itu, pelibatan masyarakat dalam proses politik sangat diperlukan guna meredam timbulnya apatisme politik masyarakat.

Hal tersebut terkuak dalam sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif kepada elemen masyarakat yang diselenggarakan Bawaslu selama dua hari di Jembrana, Minggu (27/11/2022).

Read More

Menurut komisioner Bawaslu Bali, I Wayan Widyardana Putra, keterlibatan kader Jembrana Kedas sebagai bentuk membangun kesadaran. Dia menjelaskan, urusan Pemilu masih banyak masyarakat tidak percaya dalam proses demokrasi. Karena itu, kita semua harus selalu membuat terobosan baru untuk perubahan besar dalam menjaga proses demokrasi, dengan membangun rasa sadar dari seluruh elemen.

“Prinsip dasar, kita tidak boleh diam. Untuk membangun kesadaran dari hati menjadi pemeran penting, Pemilu ini menjadi hak politik setiap warga negara, jadi kita harus menyadari hal itu,” ajaknya.

Lebih jauh disampaikan, Pemilu adalah proses mencari pemimpin yang mempunyai komitmen terhadap masyarakatnya selama dia menjabat. Seorang pemimpin juga harus komit menjalankan visi dan misi yang dilayangkan kepada masyarakat. Persoalannya, ada potensi cara-cara yang tidak benar dilakukan oleh calon saat tahapan Pemilu, dan potensi hal tidak benar itu harus dicegah.

Akademisi Dr. Ni Wayan Widhiasthini yang juga sebagai narasumber menambahkan, kompleksitas Pemilu turut memberi pengaruh besar adalah partisipasi masyarakat dalam proses politik. Jika tidak ditangani dengan baik, kompleksitas Pemilu dapat bermuara kepada apatisme politik. “Pelibatan masyarakat dalam proses politik sangat diperlukan untuk meredam adanya apatisme politik, terutama dalam Pemilu,” pesannya.

Ketua Bawaslu Jembrana, Pande Made Ady Muliawan, menjelaskan, Kader Jembrana Kedas yang diundang sosialisasi, selain mempunyai peran dalam memperhatikan kebersihan di Jembrana, juga mempunyai peran penting menyukseskan pesta demokrasi. Karena itu mereka perlu diberi pengetahuan tentang pentingnya pengawasan Pemilu harus digencarkan.

“Kader Jembrana Kedas saya yakin mempunyai kekuatan dalam mempengaruhi orang-orang terdekat. Jika aktif dalam memberikan informasi tentang pentingnya pengawasan partisipatif, tentu sangat berdampak luas dan akan meminimalisir terjadinya pelanggaran Pemilu,” paparnya.

Selain para narasumber dan kader Jembrana Kedas, sosialisasi dua alumnus Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) Kabupaten Jembrana. hen

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.