POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Dampak hujan dan banjir bandang yang menerjang sebagian wilayah Bali, memang akhirnya merusak sejumlah venue (tempat pertandingan) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVI 2025, Rabu (10/9/2025). Salah satunya, Stadion Samudera Kuta (venue) cabor sepakbola.
Banjir bandang penyebabkan stadion Samudera Kuta tergenang air penuh lumpur, sehingga tidak memungkinkan dilakukan pertandingan yang kebetulan di hari Rabu (10/9) melibatkan empat tim di grup A yakni; Buleleng, Gianyar, Jembrana dan Badung.
Karena kondisi tersebut, Technical Delegate (TD) cabor sepakbola Porprov Bali XVI mengalihkan atau memindahkan pertandingan keempat tim tersebut ke venue Lapangan Banteng Seminyak, dengan jadwal tetap Buleleng vs Gianyar pukul 14.00 WITA, dan Jembrana vs Badung pukul 16.15 menit.
Untuk mempercepat informasi itu, TD menyampaikan perpindahan venue itu lewat WA grup peserta sepakbola Porprov Bali XVI pukul 09.30 WTA. Keputusan memindah venue juga diawali pengecekan lapangan Banteng, dimana kondisinya tidak tergenang meski sempat diguyur hujan seharian. Jadi layak dipakai menggelar pertandingan.
Atas dasar itulah, TD kemudian berkoordinasi dengan tim-tim peserta Grup B. Gianyar sendiri sepakat pertandinan dilanjutkan, malah tidak mau ditunda. Demikian juga Jembrana dan tuan rumah Badung. Tapi Buleleng menolak karena alasan utama macet, padahal mereka menginap di hotel di wilayah Kuta.
Di sisi lain, memang betul kondisi Kuta benar-benar lumpuh pasca banjir. Kendaraan-kendaraan besar seperti bus memang tidak bisa lewat, tapi TD dan panpel punya solusi, menawarkan sekaligus menyiapkan kepada tim Buleleng naik Grab atau ojek online.
”Kalau pertandingan ditunda, saya tak menjamin stadion Samudera bisa dipakai keesokan harinya. Makanya solusi terbaik adalah memindahkan venue ke Lapangan Banteng. Kami di panpel dan TD sudah berusaha membujuk tim-tim peserta dan mereka memaklumi kondisi itu, kecuali Buleleng,” kata Putu Sugi Darmawan, TD yang juga Exco Asprov PSSI Bali Bidang Kompetisi.
Apa yang dkhawatirkan TD, memang benar adanya. Seperti video yang diunggah panlok (panitia lokal) Anak Agung Tiksena, bahwa kondisi stadion samudera terkini Kamis (11/9) pagi sekitar pukul 09,00 WITA, memang masih rusak parah. ”Genangan airnya memang sudah menyusut, tetapi lumpur tebal masih menutupi rumput dan seluruh areal lapangan,” ungkapnya.
”Mereka (Buleleng) memang mengajukan penundaan, tapi lawannya Gianyar tidak mau pertandingan ditunda karena mereka sudah sampai di venue pertandingan. Jadi kami putuskan pertandingan tidak bisa ditunda, Karena tidak datang, maka Buleleng dinyatakan kalah WO,” jelas Sugi.
”Pertandingan kedua antara Jembrana dan Badung bisa terlaksana, walau ada kendala buka-tutup lalu lintas menuju venue karena dimana-mana banjir. Mereka siasati ke venue dengan memakai sepeda motor,” imbuhnya.
Ditanya, pihak Buleleng akan membawa masalah ini ke dewan hakim KONI Bali dan Porprov Bali XVI 2025? ”Silakan saja, kami di panpel dan TD sepakbola Porprov Bali XVI, sangat siap. Karena apa yang kami kerjakan dan putuskan sudah sesuai dengan aturan,” pugkas Sugi.
Pada bagian lain Manajer Tim Sepakbola Badung, I Nyoman Warta, sangat memaklumi situasi yag dialami panpel pasca banjir bandang. Karena itu, sudah kewajiban bagi tim-tim peserta untuk membantu mengatasi permasalahan, terutama terkait transportasi menuju venue.
”Saya dari Jimbaran naik motor menuju Seminyak. Apalagi kami tuan rumah, punya kewajiban menyukseskan pelaksanaan Porprov Bali khsusnya cabor sepakbola,” pungkas Warta yang juga pengurus Askab PSSI Badung. yes
























