POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar mencatat, 30 sekolah terdampak banjir di Kota Denpasar. Musibah ini mengakibatkan banyak sarana prasarana sekolah hanyut terbawa banjir dan mengalami kerusakan.
Kabid Pembinaan SD Disdikpora Kota Denpasar, I Nyoman Suriawan, mengatakan, sebanyak 28 sekolah dasar (SD) dan dua sekolah menengah pertama (SMP) terdampak banjir bandang. ‘’Total ada 28 SD dan dua SMP yang terdampak banjir. Dua SMP terdampak banjir yakni SMP CHIS dan SMPN 13 Denpasar. Sebagian besar sekolah dasar yang terdampak berada di Kecamatan Denpasar Utara, Denpasar Barat dan Denpasar Selatan, yang menjadi lokasi terparah banjir,’’ ujar Suriawan, Kamis (11/9/2025).
Ia merinci, sekolah terdampak banjir di Kecamatan Denpasar Utara, meliputi SDN 10 Peguyangan, SDN 6 Peguyangan, SDN 11 Peguyangan, SDN 4 Peguyangan, SDN 4 Dauh Puri, SDN 22 Dauh Puri, dan SD Candra Kasih. Di Kecamatan Denpasar Barat tercatat 10 sekolah terdampak banjir, yakni SDN 23 Pemecutan, SDN 15 Pemecutan, SDN 21 Dauh Puri, SDN 17 Pemecutan, SDN 12 Dauh Puri, SDN 16 Pemecutan, SDN 10 Dauh Puri, SDN 9 Padangsambian, SDN 2 Padangsambian, dan SDN 14 Dauh Puri.
Di Kecamatan Denpasar Selatan, dilaporkan 10 sekolah terdampak banjir. Sepuluh sekolah itu, yakni SDN 13 Sesetan, SDN 6 Sesetan, SDN 7 Sesetan, SDN 14 Pedungan, SDN 12 Sesetan, SDN 18 Sesetan, SDN 10 Sanur, SDN 4 Panjer, SDN 2 Sesetan, dan SDN 1 Sesetan. Sementara di Kecamatan Denpasar Timur dilaporkan hanya satu sekolah terdampak banjir, yakni SDN 2 Penatih.
Suriawan menuturkan, saat banjir bandang Rabu (9/9/2025), ketinggian air di sekolah terdampak mencapai 1 hingga 2 meter. Akibatnya, ada beberapa sekolah yang seluruh ruang kelas, ruang guru dan ruang kepala sekolah terendam air.
Tembok pembatas sekolah juga dilaporkan ada yang jebol. Selain itu plafon ruang kelas juga ada yang jebol karena mengalami kebocoran. Plafon jebol terjadi di SDN 9 Padangsambian dan SDN 2 Padangsambian.
‘’Banyak aset sekolah mengalami kerusakan seperti proyektor, sound system, laptop, alat-alat tulis, buku-buku dan beberapa aset sekolah ikut hanyut terbawa banjir,’’ sebutnya.
Ia mengatakan, sekolah memberlakukan pembelajaran daring bagi sekolah terdampak banjir. Sementara sekolah yang tidak terdampak, beraktivitas seperti biasa. Ada dua sekolah, yaitu SDN 12 dan SDN 25 Pemecutan digunakan sebagai posko penanggulangan bencana.
‘’Aktivitas belajar mengajar tetap berjalan, namun sebagian sekolah terpaksa menyesuaikan jadwal atau melakukan pembelajaran daring sebagai alternatif belajar mengajar agar terlaksana,’’ ujarnya.
Suriawan menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPBD Kota Denpasar dan Dinas PUPR untuk penyedotan genangan air dan melakukan melakukan penyemprotan endapan lumpur. Sekolah juga diimbau agar meningkatkan kewaspadaan serta menyiapkan alternatif pembelajaran daring bila diperlukan. tra























