GIANYAR – Fogging atau pengasapan merupakan salah satu cara efektif membunuh nyamuk pembawa virus dengue yang mengakibatkan penyakit demam berdarah. Meski efektif membuat nyamuk aedes aegypti yang bersarang di dalam rumah mati, melakukan fogging tak bisa sembarangan. Terdapat enam bahaya fogging, salah satunya mempengaruhi kualitas sperma.
Kabid P2 Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar, Anak Agung Anom Sukamawa, mengatakan, fogging tidak boleh dilakukan secara mandiri, karena pelaksanaannya harus berdasarkan indikasi kasus terlebih dahulu. ‘’Harus ada kasus dulu, ketika ada orang kena DB baru dilakukan penyelidikan. Setelah dikroscek dengan lab, kemudian baru dilakukan fogging oleh dinas,’’ jelasnya, Rabu (13/5).
Selain itu, dampak fogging juga sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat atau manusia. Bahkan terdapat enam dampak atau bahaya fogging bagi kesehatan manusia. Yaitu terdiri atas gangguan pencernaan, mual muntah, dan diare. Kedua gangguan sistem saraf atau kelumpuhan, kehilangan kesadaran. Ketiga gangguan sistem kekebalan tubuh, keempat gangguan saluran pernafasan, iritasi, kanker saluran nafas. Kelima mempengaruhi kualitas sperma atau gangguan kesuburan pada pria. Dan, keenam gangguan pada ibu hamil.
‘’Fogging mandiri, kalau tidak didampingi dinas bisa jadi takaran obatnya tidak sesuai. Karena yang dikeluarkan itu adalah racun, bahkan bisa menyebabkan gangguan sperma,’’ tegasnya.
Terkait masih maraknya fogging mandiri, Agung Anom, menambahkan, agar lebih meningkatkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di masing-masing rumah. Diharapkan juga agar para anggota Dewan yang sering turun ke lapangan untuk fogging agar lebih memberikan edukasi kepada masyarakat dengan meningkatkan PSN tersebut. Dikatakannya, jentik nyamuk DBD tidak bisa hidup di air got. Tetapi jentik nyamuk malah hidup di genangan air bersih. ‘’Kalau di got malah jentik nyamuk DBD tidak bisa hidup. Tetapi mereka sangat gampang hidup di genangan air bersih. Sehingga perlu dilakukan pembersihan secara rutin jika memiliki tempat penyimpanan air,’’ pungkasnya. adi























